Selasa, 14 Jul 2020 22:00 WIB

3 Risiko Tidur dengan Rambut Masih Basah

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Young smiling brunette, sitting on the bed, drying her hair. Home interior. Waist up. Jangan dibiasakan tidur dengan rambut masih basah (Foto: Getty Images/iStockphoto/urbazon)
Jakarta -

Tidur dengan rambut yang masih basah memang tidak nyaman, tetapi ada kalanya orang tidak punya pilihan lain. Kehujanan dalam perjalanan pulang misalnya, kadang mengharuskan seseorang mandi malam dan harus tidur dalam kondisi rambut masih basah.

"Pada umumnya, tidak baik tidur dalam keadaan rambut masih basah," kata Dr George Cotsarelis, profesor dermatologi di Perelman School of Medicine University Pennsylvania, dikutip dari Time.

Banyak yang akhirnya nekat tidur dengan rambut masih basah karena butuh waktu lama untuk mengeringkannya. Padahal kantuk sudah tidak terdahankan.

Sesekali mungkin tak masalah. Tapi sebaiknya jangan dijadikan kebiasaan, karena kondisi tersebut punya risiko bagi kesehatan.

Dikutip dari Health ini beberapa risiko tidur keadaan rambut basah.

1. Infeksi jamur

Lembapnya rambut mengakibatkan kulit kepala menjadi gatal dan iritasi. Selain itu, infeksi jamur pada kulit kepala akan menyebabkan ketombe, dan rontok yang membuat tidak nyaman. Sarung bantal yang basah juga membuat tempat berkembang biaknya bakteri.

2. Kerusakan rambut

Tidur dengan rambut basah memang berdampak pada rambut itu sendiri, rambut akan menjadi rusak dan bercabang.

"Rambut mudah rapuh saat keadaan basah. Risiko utama kerusakan rambut ketika adanya gesekan rambut saat tidur," kata Dr Adarsh Vijay Mudgil, MD, ahli dermatologi di New York, dikutip dari Healthline.

3. Flu

Jika tidur dengan rambut basah dan menggunakan pendingin seperti AC atau kipas, kemungkinan besar tubuh akan rentan sakit. Daya tahan tubuh cenderung menurun saat kedinginan, sehingga mudah terserang infeksi.

"Masalah ini (tidur dengan rambut basah) membuat diri Anda kedinginan dan basah yang menyebabkan Anda terserang flu," kata Dr William Schaffner, profesor kedokteran Divisi Penyakit Menular di Vanderbilt University Medical Center.



Simak Video "Kementan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Flu Babi G4 di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)