Rabu, 15 Jul 2020 05:55 WIB

Round Up

Peringatan WHO Soal Pandemi Corona yang Tak Kunjung Reda

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
swab Virus Corona COVID-19 (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengingatkan pandemi Corona kini semakin buruk dan tidak terkendali. Banyak negara yang dinilai WHO salah mengambil langkah dalam penanganan wabah Corona.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengingatkan kembali negara-negara yang mulai melonggarkan lockdown atau pembatasan. Penerapan kebijakan yang dilakukan beberapa negara tersebut menurut Tedros tidak akan membuat kondisi pandemi membaik dan kembali ke kebiasaan normal sebelum pandemi Corona.

"Biarkan saya berterus-terang, terlalu banyak negara menuju ke arah yang salah. Virus masih tetap menjadi musuh publik nomor satu, tapi tindakan dari banyak pemerintah dan orang-orang tidak mencerminkan ini," tegas Tedros dalam konferensi pers virtual dari markas WHO di Jenewa, Swiss.

"Saya ingin terus terang, kita tidak akan kembali pada 'old normal' di masa mendatang," jelas Tedros.

Belakangan, WHO juga telah mengirim tim ke China untuk meneliti lebih lanjut terkait asal muasal virus Corona COVID-19. Virus Corona COVID-19 sendiri pertama kali dilaporkan muncul di Wuhan, China.

"Anggota tim dari WHO dikarantina terlebih dahulu sebelum mereka mulai bekerja dengan para ilmuwan China," kata kepala darurat WHO Mike Ryan.

Sebelumnya, muncul dugaan virus Corona COVID-19 berasal dari kelelawar, tetapi hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan kebenaran tersebut. Laboraturium Wuhan juga berulang kali dituduh telah menciptakan virus Corona di lab mereka yang diatur sedemikian rupa sehingga menyebabkan pandemi. Berulang kali pula peneliti dari lab Wuhan membantah tuduhan tersebut.

WHO pun menerima banyak kritikan terkait penanganan pandemi Corona, terutama dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akhirnya mengajukan surat ke PBB untuk menarik AS dari WHO. Sementara Tedros mengaku WHO telah memperingatkan akan adanya pandemi terkait penyakit pernapasan lebih awal.

"Selama bertahun-tahun, banyak dari kita yang memperingatkan bahwa pandemi pernapasan yang mematikan tidak bisa dihindari," jelas Tedros.

"Tapi tetap saja, terlepas dari semua peringatan itu, dunia belum siap. Sistem kami belum siap. Komunitas kami belum siap. Rantai pasokan kami runtuh. Ini saatnya untuk refleksi yang sangat jujur," pungkasnya.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)