Rabu, 15 Jul 2020 06:30 WIB

Tarif Dibatasi Rp 150 Ribu, RSUD Sleman Tutup Sementara Layanan Rapid Test

Jauh Hari Wawan S - detikHealth
Sejumlah PNS di lingkungan Pemkot Jakarta Utara mengikuti rapid test. Kegiatan ini untuk memastikan seluruh pegawai terbebas dari virus Corona. Rapid test virus Corona COVID-19 (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Sleman -

Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran No HK 02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi. Di surat edaran itu batasan tertinggi pemeriksaan rapid test antibodi sebesar Rp 150 ribu.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan di Sleman masih ada rumah sakit yang mematok RDT (Rapid Diagnostic Test) tidak sesuai edaran Kemenkes. Menurutnya rumah sakit perlu waktu untuk menyesuaikan tarif.

"Menurut saya mungkin mereka (rumah sakit) perlu waktu untuk menyesuaikan (tarif). Tidak bisa semerta-merta," kata Joko melalui pesan singkat, Selasa (14/7/2020).

Joko mencontohkan di RSUD Sleman, misalnya. Untuk sementara waktu menyetop pelayanan rapid test hingga Senin mendatang. Di RSUD Sleman tarif untuk RDT adalah Rp 210 ribu.

"Sedang dalam proses menyesuaikan (harga) SE Dirjen Yankes (untuk harga). Sementara tidak melayani dulu. Senin depan mudah-mudahan sudah sesuai dengan tarif sesuai SE tersebut. Kalau saat ini RDT di RSUD Sleman Rp 210 ribu," kata Joko yang juga merupakan Plt Direktur RSUD Sleman.

RSUD sedang proses beli alat utk rapid test metode Eclia. Investasinya, kata dia, memang mahal, namun harga per tes bisa murah bahkan di bawah harga SE. Selain itu, hasilnya lebih akurat.

"Kalau masih pakai RDT kit yang beredar di pasaran lokal tidak cukup (tes) dengan Rp 150 ribu tersebut. Karena harga RDT termurah Rp 130 ribu, belum ditambah bahan medis habis pakai, APD dan sebagainya," ujarnya.

"Sebetulnya lebih akurat karena pembacaan pakai alat yang terkalibrasi," lanjutnya.

Pemkab Sleman, kata dia, juga tengah menyusun SK Bupati untuk penyesuaian harga rapid test. Namun SK itu hanya untuk fasilitas kesehatan milik Pemkab Sleman.

"Kalau rumah sakit swasta maupun RS vertikal sebetulnya langsung terikat dengan SE tersebut (Kemenkes). SK bupati nanti akan mengarahkan yang RS milik Pemda (pemkab), puskesmas dan labkesda," tutupnya.



Simak Video "Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150 Ribu, Sejumlah RS Kesulitan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)