Rabu, 15 Jul 2020 11:52 WIB

Remaja 15 Tahun Meninggal karena Penyakit Pes di Mongolia

Ayunda Septiani - detikHealth
Wabah pes di China: Warga Mongolia dilarang berburu dan makan hewan marmot Ilustrasi bakteri penyebab penyakit pes. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Remaja yang berusia 15 tahun di Mongolia dilaporkan meninggal karena penyakit pes di Mongolia. Kementerian Kesehatan pada Selasa (14/7/2020), mengatakan ini merupakan salah satu dari segelintir kasus yang belakangan muncul di Mongolia dan di China.

Remaja tersebut tinggal di provinsi terpencil di barat daya Gobi-Altai. Menurut otoritas kesehatan setempat, dia diduga terserang pes setelah berburu dan memakan marmut.

"Kami mengkarantina 15 orang pertama yang melakukan kontak dengan korban dan 15 orang itu mendapatkan perawatan antibiotik," kata Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan Narangerel Dorj seperti dikutip dari laman Channel News Asia pada Rabu (15/7/2020).

Setelah ditemukan kasus kematian tersebut, lima kabupaten di provinsi ini juga dikarantina selama enam hari. Dua pasien pes lainnya terdapat di provinsi Khovd.

Seorang gembala di wilayah utara Mongolia Dalam juga sempat dikabarkan terjangkit pes. Hal tersebut mendorong pemerintah setempat untuk melarang perburuan dan makan hewan yang bisa membawa pes hingga akhir tahun.

Setidaknya satu orang meninggal akibat pes setiap tahun di Mongolia meskipun pemerintah terus melakukan kampanye melarang makan marmut atau mendekati hewan itu.

Tetapi sebagian besar warga di pedesaan tumbuh dengan belajar berburu dan memakan marmut tanah yang besar. Mereka percaya bahwa memakan jeroan binatang baik untuk kesehatan.

Pasangan etnis Kazakh meninggal akibat wabah tahun lalu setelah makan ginjal marmut mentah.

Pihak berwenang China telah menutup sejumlah tempat wisata di bagian utara negara dekat perbatasan Mongolia setelah menemukan sejumlah kasus pes di daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kemunculan wabah penyakit pes ini turut memicu negara tetangga China seperti Rusia ikut waspada dan mengimbau warganya yang tinggal di dekat perbatasan untuk tidak berburu atau memakan daging marmut dan tikus.



Simak Video "China Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Wabah Bubonic"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)