Jumat, 17 Jul 2020 19:30 WIB

dr Reisa Jelaskan Syarat Melayat Jenazah Pasien Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
dr Reisa Broto Asmoro dr Reisa ingatkan risiko penularan saat melayat jenazah pasien Corona. (Foto: BNPB)
Jakarta -

Setiap pasien Corona yang meninggal, pemulasaraannya diurus oleh tim medis dari rumah sakit. Proses pemakaman pun wajib mengikuti protokol penanganan jenazah COVID-19.

Maka dari itu, pihak keluarga tidak diperkenankan ikut serta dalam proses pemulasaraan demi mencegah terjadinya risiko penularan virus Corona. Lantas bagaimana syaratnya jika ingin melayat?

Anggota tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipatuhi jika ingin melayat jenazah pasien Corona. Salah satunya adalah jumlah pelayat tidak boleh lebih dari 30 orang.

"Disarankan sekali lagi agar keluarga yang hendak melayat tidak lebih dari 30 orang," kata dr Reisa dalam siaran pers BNPB, Jumat (17/7/2020).

Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan, sehingga dapat meminimalisir risiko penularan virus Corona.

Selain itu, dr Reisa juga mengimbau bagi masyarakat atau dari pihak keluarga yang ikut melayat untuk tetap menjaga jarak selama proses pemakaman berlangsung.

"Pemakaman boleh dihadiri oleh keluarga dekat dengan tetap memperhatikan physical distancing dengan jarak minimal 2 meter," imbaunya.

"Setiap individu pelayat atau keluarga yang menunjukkan gejala COVID-19 tidak diperkenankan untuk hadir," pungkasnya.



Simak Video "Cara Mudah Bantu 'Memulihkan' Dunia dari Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)