Senin, 20 Jul 2020 11:31 WIB

Disorot Anji, Ini Alasan Jenazah Pasien COVID-19 Dibungkus Plastik

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Funeral workers wearing protective gear as a precaution against the spread of the new coronavirus, prepare to receive the remains of a person who has died from the new coronavirus, at the San Jose hospital in Santiago, Chile, Tuesday, May 26, 2020. (AP Photo/Esteban Felix) Ini alasan kenapa jenazah pasien COVID-19 dibungkus plastik. (Foto ilustrasi: AP Photo/Esteban Felix)
Jakarta -

Musisi Anji tengah menyoroti foto jenazah pasien Corona yang viral di media sosial. Hanya saja, pendapat yang ia suarakan dinilai cukup kontroversial.

Dalam foto yang diabadikan oleh fotografer Joshua Irwandi, terlihat sosok jenazah korban COVID-19 yang terbungkus rapat dengan plastik di atas kasur rumah sakit. Selang beberapa lama, banyak komentar mengenai tata cara pemulasaraan jenazah tersebut.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, mengatakan salah satu standar prosedur khusus penanganan terhadap jenazah baik suspek atau pasien konfirmasi positif COVID-19 adalah dengan membungkus jenazah menggunakan plastik kedap udara atau kantong khusus.

"Dari jenazah bisa keluar cairan baik dari rongga mulut, hidung, atau juga dari dubur yang bisa saja masih mengandung virusCOVID-19. Dalam kondisi ini, masih bisa menularkan

Meski jenazah secara langsung tidak menularkan Corona, jika cairan dari tubuh jenazah yang mengandung virus tersentuh oleh orang lain lalu mengusap mata, hidung atau mulut, maka potensi penularan masih bisa terjadi.

Setelah dibungkus dalam kantong yang tertutup rapat, jenazah kemudian dimasukkan ke dalam peti dan dalam waktu 6 jam sebaiknya sudah dikebumikan.

"Bagi masyarakat yang anggota keluarganya meninggal (akibat COVID-19) sebaiknya mengikuti aturan yang ada karena tujuannya agar orang lain tidak tertular dari jenazah COVID-19," tutur Prof Ari.

Tata laksana pemulasaraan jenazah pasien COVID-19 yang juga penyakit menular yakni dengan dibungkus rapat sudah ditetapkan oleh WHO dan berlaku di seluruh dunia.



Simak Video "Virus Corona Diklaim Dapat Menular Lewat Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)