Senin, 20 Jul 2020 12:16 WIB

Anji Dinilai Remehkan COVID-19, Epidemolog Ingatkan Risiko Lonjakan Kasus

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi corona Ketidakpercayaan pada COVID-19 bisa mengakibatkan lonjakan kasus. (Foto: ilustrasi corona)
Jakarta -

Musisi Anji jadi kontroversi karena mengomentari foto jenazah karya fotografer Joshua Irwandi untuk National Geographic. Ia menyebut ada kejanggalan dalam foto tersebut.

"Saya percaya cvd (COVID-19) itu ada. Tapi saya tidak percaya bahwa cvd semengerikan itu," tulis Anji dalam akun instagramnya.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, Msc, mengngomentari sikap meremehkan virus Corona COVID-19. Menganggap COVID-19 tidak mematikan, menurutnya akan membuat orang tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Ya pasti orang-orang lain semakin tidak patuh lagi," kata dr Miko kepada detikcom, Senin (20/1/2020).

Ketika makin banyak orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan, maka kemungkinan terjadi lonjakan kasus akan semakin besar. Pada akhirnya, beban pada layanan kesehatan juga akan meningkat.

"Pasti naik lah. Kalau semua abai pasti ya naik, kira-kira hari ini 1.000, besoknya 2.000 dan bisa bertahan lama. Atau bahkan bisa sampai 3.000," jelasnya.



Simak Video "Tanggapan Hadi Pranoto soal Video Bareng Anji Dihapus YouTube"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)