Selasa, 21 Jul 2020 11:52 WIB

Studi Sebut Anak Bisa Tularkan Corona Sama Efektif Seperti Orang Dewasa

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Family with kids in face mask in shopping mall or airport. Mother and child wear facemask during coronavirus and flu outbreak. Virus and illness protection, hand sanitizer in public crowded place. Studi ini sebut anak-anak bisa tularkan virus Corona. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Sejak awal pandemi virus Corona COVID-19 ini, para ilmuwan dan otoritas kesehatan telah melakukan pengamatan terhadap potensi penularan virus tersebut pada anak-anak. Kebanyakan dari mereka melihat, bahwa anak-anak tampaknya tidak tertular atau menularkan virus pada tingkat efektivitas yang sama dengan orang dewasa.

Namun, bukti ilmiah baru dari Korea Selatan menunjukkan bahwa usia anak bisa jadi faktor penting dari penularan virus Corona sehingga perlu dipertimbangkan lagi. Pasalnya, sebuah penelitian besar menunjukkan anak-anak yang usianya 10 tahun ke atas tampaknya bisa menyebarkan virus, setara dengan yang terjadi pada orang dewasa.

Tim penelitian yang dipimpin oleh dokter dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, Young Joon Park, memeriksa laporan pelacakan kontak pasien di Korea Selatan saat kasus COVID-19 pertama terjadi. Dari data tersebut, 5.706 orang dikonfirmasi sebagai pasien yang terinfeksi.

Setelah dilakukan pelacakan kontak, sebanyak 59.073 orang melakukan kontak dengan pasien positif tersebut. 11,8 persen orang yang tertular tinggal serumah dengan pasien positif, sementara 1,9 persen lainnya tidak.

"Deteksi pada orang yang tinggal satu rumah dengan pasien positif lebih tinggi daripada yang tidak, dan mungkin penularan terjadi saat sebagian besar anggota keluarga tinggal di rumah," kata peneliti yang dikutip dari Science Alert, Selasa (21/7/2020).

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan hasil lainnya saat pasien dikelompokkan berdasarkan usia. Kelompok usia itu di antaranya, 0-9 tahun, 10-19 tahun, 20-29 tahun, 30-39 tahun, 40-49 tahun, 50-59 tahun, 60-69 tahun, 70-79 tahun, dan lebih dari 80 tahun.

Anak-anak dengan usia 10-19 tahun ternyata memiliki tingkat infeksi yang sama dengan orang dewasa. Mereka bisa menyebarkan virus ke orang yang berada dalam satu rumah dengan persentase penyebarannya sebesar 18,6 persen. Sedangkan pada anak usia 0-9 tahun, potensi penularannya hanya 5,3 persen yang artinya penularan dari mereka paling sedikit terjadi.

Para peneliti mengakui adanya beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, salah satunya pendeteksian orang-orang yang terinfeksi tanpa gejala. Meski begitu, studi ini menjadi pengingat bahwa sejak lahir hingga usia 18 tahun, respon tubuh manusia terus berubah.

"Saya khawatir jika anak-anak tidak terinfeksi dengan cara yang sama dengan orang dewasa, populasi mereka terus bertambah," jelas peneliti penyakit menular, Michael Osterholm dari University of Minnesota yang tidak terlibat dalam penelitian ini.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)