Selasa, 21 Jul 2020 13:37 WIB

Vaksin Corona China Jalani Uji Klinis di Indonesia, Ini 6 Lokasi Penyuntikannya

Firdaus Anwar - detikHealth
Wabah virus corona telah ditetapkan oleh WHO sebagai darurat global. Para ilmuwan di berbagai negara di dunia berlomba-lomba mengembangkan vaksin dari virus itu Uji klinis vaksin Sinovac dilakukan di Indonesia. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

Sebanyak 1.620 orang di Indonesia dilaporkan akan berpartisipasi menjadi relawan uji klinis vaksin Corona COVID-19. Ini merupakan kerja sama antara perusahaan farmasi milik pemerintah Indonesia, Bio Farma, dengan perusahaan bioteknologi Sinovac dari China.

Ketua Tim Riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Profesor Kusnandi Rusmil, mengatakan uji klinis akan dilakukan dengan dua kali penyuntikan vaksin berjarak dua minggu. Setelah itu para partisipan akan diamati selama enam bulan.

Perkiraannya vaksin dapat memberikan kekebalan tubuh terhadap virus setelah 28 hari.

"Perhitungan saya begitu. Setelah 28 hari orang itu akan kebal terhadap penyakit. Tetapi suntikannya harus 2 kali," kata Prof Kusnandi saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Rencananya penyuntikan vaksin ini akan dilakukan di enam lokasi, antara lain: Rumah Sakit Pendidikan Unpad, kampus Unpad Dipati Ukur, serta 4 Puskesmas di Kota Bandung.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan uji klinis vaksin Corona ditargetkan mulai Agustus 2020 dan selesai Januari 2021. Sebelum uji klinis dimulai masih ada beberapa tahap yang harus diselesaikan, seperti misalnya masalah perizinan.

"Apabila uji klinis vaksin COVID-19 tahap 3 lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada Q1 2020 mendatang dan kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis," ujar Honesti dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (21/7/2020) malam.



Simak Video "Vaksin Sinovac China Siap Diedarkan Awal 2021 ke Seluruh Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)