Selasa, 21 Jul 2020 14:15 WIB

Dipastikan Tidak Merusak Otak, Begini Cara Kerja Thermo Gun

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Chief Agency Officer PT Avrist Assurance M Irsan Zainuddin dan Head of Corporate Marketing Communications PT Avrist Assurance Ernest Febrianto memberikan bantuan santunan kepada anak yatim di Panti Asuhan Muslim Jakarta Pusat, Jumat (10/7). Dalam rangka memperingati 45 tahun berkarya di Indonesia, PT Avrist Assurance secara serentak membagikan total 4.500 paket makanan dan sumbangan donasi anak yatim piatu di 11 kota di Indonesia. Thermo gun atau termometer tembak. (Foto: Pradita Utama)
Topik Hangat Hoax Thermo Gun
Jakarta -

Cara kerja thermo gun atau thermal gun mungkin tidak banyak diketahui orang. Karenanya, informasi hoax yang menyebut penggunaan thermogun bisa merusak otak mudah sekali menyebar.

Hoax yang beredar menyebut bahwa saat sinar laser dari pengukur suhu berbentuk pistol tersebut diarahkan ke dahi, radiasinya bisa merusak struktur dan jaringan yang ada di otak.

Para pakar dari Departemen Fisika Kedokteran Medical Technology IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) meluruskan informasi tersebut. Thermo gun adalah salah satu jenis termometer inframerah yang berfungsi untuk mengukur temperatur tubuh, yang diarahkan ke dahi.

Bagaimana cara kerja thermo gun?

Berbeda dengan termometer raksa atau digital yang menggunakan prinsip rambatan panas secara konduksi, thermo gun ini menggunakan rambatan panas melalui radiasi. Energi radiasi dari permukaan tubuh ditangkap dan diubah menjadi energi listrik, kemudian ditampilkan dalam angka digital pada thermo gun.

Prinsip teknologi thermo gun ini sama dengan yang digunakan pada kamera termal untuk skrining temperatur di bandara. Sedangkan untuk keperluan militer, thermal google digunakan untuk menemukan keberadaan orang lain di malam yang gelap.

termometer tembak infografistermometer tembak infografis Foto: infografis detikHealth

Bagaimana cara memakainya?

Di pasaran, termometer inframerah seperti thermo gun ini tersedia untuk mengukur temperatur gendang telinga ataupun termometer untuk dahi. Seperti yang diketahui, thermo gun saat ini digunakan untuk mengetahui suhu tubuh yang demam, yang jadi salah satu gejala dari COVID-19.
Bagaimana cara memakainya?

Caranya hanya perlu 'ditembak' ke arah dari, tanpa perlu kontak atau bersentuhan langsung dengan kulit. Termometer ini akan mendeteksi temperatur arteri temporal pada dahi, untuk mengetahui suhu tubuh seseorang.

Namun perlu diketahui, akurat atau tidaknya suhu yang diukur juga bisa dipengaruhi dari jarak 'tembak' termometer ke dahi. Jarak pengukuran yang ideal adalah 12 sentimeter.

Para pakar departemen fisika kedokteran FKUI menegaskan, bahwa thermo gun yang digunakan untuk skrining suhu tubuh seseorang tidak berbahaya. Alat tersebut bekerja dengan pancaran inframerah, bukan dengan memancarkan radiasi apalagi laser.

Agar skrining suhu memberikan hasil yang akurat, sebaiknya thermo gun dikalibrasi minimal satu tahun sekali. Ini dilakukan agar tidak ada kegagalan skrining suhu.



Simak Video "Keresahan Dokter Perihal Thermo Gun yang Ditembak di Tangan "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)
Topik Hangat Hoax Thermo Gun