Rabu, 22 Jul 2020 10:55 WIB

Jepang Setujui Penggunaan Dexamethasone untuk Obati Pasien Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi minum obat Ilustrasi obat. (Foto: iStock)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Jepang menyetujui obat steroid dexamethasone sebagai alternatif obat untuk penanganan pasien Corona COVID-19. Ini disetujui setelah uji coba yang dilakukan di Inggris menunjukkan obat ini bisa mengurangi tingkat kematian pada pasien yang dirawat di rumah sakit.

Otoritas Jepang juga mendaftarkan dexamethasone sebagai pilihan pengobatan virus Corona COVID-19, bersama dengan antivirus remdesivir dari Gilead Science Inc, dalam buku pedomannya yang direvisi baru-baru ini.

Mengutip dari Reuters, dalam hasil uji coba yang diumumkan pada Juni lalu, para peneliti di Inggris menunjukkan bahwa dexamethasone menjadi obat pertama yang bisa menyelamatkan hidup pasien COVID-19. Menurut para peneliti, hal ini bisa menjadi terobosan besar untuk mengatasi pandemi virus Corona.

Dexamethasone merupakan obat steroid yang biasa digunakan untuk mengurangi peradangan. Menurut National Health Security, obat ini digunakan juga untuk mengobati berbagai kondisi, seperti alergi, asma, eksim, penyakit radang usus, radang sendi, kolitis ulserativa, lupus, psoriasis, dan gangguan pernapasan.

Selain itu, hasil dari uji klinis lainnya yang dimuat di New England Journal of Medicine juga menegaskan dexamethasone juga bermanfaat pada pasien dengan kondisi yang sedang hingga berat.



Simak Video "Tim Peneliti Australia Tengah Kembangkan Obat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)