Rabu, 22 Jul 2020 20:25 WIB

Ini Enam Tempat Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac di Bandung

Siti Fatimah - detikHealth
Tes swab terus digalakkan untuk mendeteksi virus Corona (COVID-19). Begini tahapan tes swab COVID-19 di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (13/5). Virus Corona COVID-19 (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Eddy Fadlyana mengatakan, uji klinis tahap ketiga Vaksin Corona Sinovac dari China akan dilakukan di enam tempat di Kota Bandung.

Keenam tempat tersebut yakni:

  1. Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad
  2. Balai Kesehatan Unpad Dipatiukur, dan
  3. Puskesmas Ciumbuleuit
  4. Puskesmas Puskesmas Garuda
  5. Puskesmas Dago
  6. Puskesmas Sukaparkir.


"Dengan jumlah subjek tersebut maka penelitian ini akan dilakukan di Kota Bandung dengan menggunakan enam side penelitian yang terdiri dari empat puskesmas di Kota Bandung, Balai Kesehatan Unpad dan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad," kata Eddy Fadlyana dalam Jumpa Pers di Rumah Sakit Pendidikan Unpad Jalan Ecykman Kota Bandung, Rabu (22/7/2020).

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan pelatihan-pelatihan di enam tempat tersebut. Nantinya, uji klinis akan melibatkan dokter umum sebanyak 30 sampai 40 orang, dokter penyakit dalam, dokter anak, kemudian keahlian lain sesuai kebutuhan penelitian.

"Penelitian ini diharapkan bisa selesai dengan awalnya sebanyak 540 subjek selama tiga bulan," ujarnya.

Tim Peneliti FK Unpad Kusnandi menambahkan, keempat puskesmas tersebut yaitu Puskesmas Ciumbuleuit, Puskesmas Puskesmas Garuda, Puskesmas Dago dan Puskesmas Sukaparkir.

Selain jadi tempat uji klinis, calon relawan juga dapat mendaftarkan diri ke enam tempat tersebut. Persyaratan yang harus terpenuhi yaitu berusia 19 sampai 59 tahun, tidak bergejala COVID-19 dan tinggal di Kota Bandung.

Kesehatan tubuh relawan vaksin Sinovac juga akan diperiksa oleh tim FK Unpad. Pasalnya, vaksin ini berasal dari virus yang dimatikan dan harus diberikan kepada yang sehat agar terlihat perkembangannya.

"Jadi ini kan vaksin dari virus yang sudah dimatikan, makanya kita akan berikan kepada subjek yang sehat," pungkasnya.



Simak Video "Rekomendasi Baru Sinovac soal Penggunaan Vaksin Corona Buatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)