Kamis, 23 Jul 2020 07:00 WIB

Klaim Tak Ada Corona, Warga Korut Tak Pakai Masker Dihukum 3 Bulan Kerja Paksa

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Rusia dengan kereta api khusus. Dalam kunjungan itu Kim Jong Un akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Warga Korea Utara yang tidak memakai masker dihukum tiga bulan kerja paksa. (Foto: Reuters)
Jakarta -

Meskipun Korea Utara mengklaim tidak memiliki kasus Corona, para pejabat di Korut menerapkan aturan baru bagi warganya yang ketahuan tidak memakai masker. Mereka akan dikenakan hukuman keras.

Dikutip dari Daily Star, warga Korea Utara yang tidak memakai masker harus menjalani tiga bulan 'kerja paksa'. Negara yang sangat tertutup ini, tetap memperkenalkan aturan protokol kesehatan yang 'keras' untuk mencegah penyebaran virus Corona COVID-19.

Siswa di Korut akan direkrut untuk melakukan 'patroli masker wajah'. Mereka ditugaskan untuk memeriksa semua warga Korut, memastikan warga Korut mengenakan masker yang benar saat berada di tempat umum.

Siapa pun yang ditemukan tidak mengenakan masker akan dihukum tiga bulan 'kerja paksa' karena dinilai tidak patuh.

"Sebuah tim inspeksi sedang diselenggarakan di sini, di Pyongyang, dan juga di kota-kota provinsi dengan petugas polisi, mahasiswa, dan siswa sekolah menengah untuk melakukan pendisiplinan intensif pada orang-orang yang tidak mengenakan masker," kata pejabat Korea Utara kepada Radio Free Asia.

"Siapa pun yang tidak mengenakan masker akan dihukum dengan lebih dari tiga bulan kerja disiplin, terlepas dari siapa mereka," lanjut pejabat Korut.

Dikirim ke kamp untuk kerja paksa adalah hukuman yang sangat umum di Korea Utara. Banyak orang yang mengkritik Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un terkait hal ini.

Kamp-kamp tersebut terletak di bagian pedesaan terpencil di Korut. Tempat para tahanan dipukuli, dibiarkan kelaparan, dan dieksekusi secara rutin, atau hanya dipenjara selama bertahun-tahun, menurut mereka yang selamat dan melarikan diri dari sana.

Korea Utara belum secara resmi mencatat kasus virus Corona COVID-19, tetapi telah menerapkan langkah-langkah pencegahan yang luas. Termasuk melarang pertemuan, wajib memakai masker, dan mengharuskan sebagian pekerja untuk karantina.

Laporan dari Radio Free Asia pada bulan April mengatakan bahwa para pejabat Korut mengumumkan kepada warganya ada kasus virus Corona yang sebenarnya terkonfirmasi di Korea Utara awal Maret. Kim Jong Un sendiri sebelumnya sempat dikabarkan positif virus Corona setelah ia menghilang dari publik selama berbulan-bulan, tetapi baru-baru ini muncul kembali pada pertemuan pemerintah terkait penanganan pandemi.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)