Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga terkena dampak dari pandemi Corona. Banyak dari mereka yang mengalami masalah kesehatan mental akibat pandemi ini.
Duta Nasional UNICEF Indonesia, Nicholas Saputra, mengatakan kesehatan mental anak bisa terganggu karena harus melihat orang tuanya sakit hingga kehilangan pekerjaan di masa pandemi Corona. Selain itu, rutinitas sekolah yang tidak lagi berjalan seperti biasa juga dapat semakin menekan kesehatan mental anak.
"Banyak dari kita merasa tidak berdaya, sehingga menjadi khawatir, sedih, kecewa, bahkan marah," kata Nicholas Saputra dalam siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube, Kamis (23/7/2020).
"Sangat wajar jika kita mengalami perasaan-perasaan seperti itu. Jadi, jangan abaikan perasaanmu terutama jika kamu merasa tidak nyaman," lanjutnya.
Menurut Nicholas Saputra, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati kesehatan mental pada anak. Misalnya, mengajak anak berolahraga dan mendukung hobi mereka yang bisa dilakukan di rumah.
"Kita akan merasa lebih baik jika kita berkomunikasi dengan orang-orang yang kita cintai," ucap Nicholas Saputra.
Namun, jika anak-anak tetap merasa sedih sehingga mengganggu aktivitas mereka, sebaiknya carilah pertolongan.
"Segera minta pertolongan dari orang-orang yang kamu percaya, misalnya, kawan baikmu, saudara, orang tua, atau tenaga kesehatan," tutur Nicholas Saputra.
(fds/fds)