Jumat, 24 Jul 2020 09:30 WIB

Para Ahli Temukan Bukti Baru, Virus Corona Sebabkan Masalah di Telinga?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi telinga Para ahli temukan bukti baru, virus Corona sebabkan masalah pada telinga? (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Pasien Corona terus melaporkan gejala yang berbeda, tetapi 3 gejala Corona yang paling umum disebut Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) didominasi batuk, demam, dan sesak napas. Gangguan indra perasa dan penciuman juga dialami pasien Corona.

Baru-baru ini, sebuah studi menemukan ada kondisi lain yang berpotensi menjadi gejala virus Corona baru. Gejala baru tersebut dicurigai membuat pasien Corona mengalami gangguan pada telinga atau kemampuan pendengaran.

Dikutip dari Daily Star, tiga pasien di Fakultas Kedokteran Johns Hopkins diuji dalam penelitian tersebut. Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Otolaryngology - Head & Neck Surgery menemukan dua pasien dari ketiganya dilaporkan memiliki virus Corona, ditemukan di telinga mereka.

Berdasarkan penelitian tersebut, gejala Corona ini menginfeksi tulang mastoid, salah satu tulang di tengkorak yang posisinya mengelilingi telinga bagian tengah dan bagian dalam. Fungsi tulang ini sebenarnya untuk melindungi struktur dalam telinga dan melindungi tengkorak ketika ada risiko terjadinya cedera.

Temuan ini mendesak para dokter untuk memeriksa telinga seseorang yang menunjukkan gejala Corona. Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Otolaryngology - Head & Neck Surgery, mengambil spesimen dalam telinga menggunakan penyeka.

Dua dari tiga pasien yang dites, dinyatakan positif Corona dari temuan di mastoid atau telinga tengah. Seorang wanita berusia 80-an, hanya memiliki virus di telinga tengah kanan, sedangkan pria berusia 60-an memiliki virus di mastoid kiri dan kanan, serta di telinga tengah kiri dan kanannya. Menurut penelitian sebelumnya, virus Corona dikaitkan dengan infeksi telinga atau masalah di telinga.

"Identifikasi virus hidup dari peradangan di telinga tengah akan memiliki implikasi bagi ahli bedah dan staf," tulis salah satu peneliti.

Namun, para peneliti mengatakan gangguan pada telinga tidak selalu dipastikan sebagai gejala Corona yang pasti karena berawal dari penelitian yang sangat kecil. "Tetapi hubungan mastoid, telinga tengah, dengan SARS-CoV-2 tidak selalu menyiratkan gejala penyakit saat ini atau masa depan," jelas para peneliti.

April lalu, sebuah studi menemukan virus Corona COVID-19 memiliki dampak pada telinga tepatnya di area belakang gendang telinga. Kondisi telinga disebut menjadi meradang karena terinfeksi Corona.

Sebuah studi terpisah beberapa waktu lalu juga menyebut dari 20 pasien tanpa gejala, tanpa riwayat gangguan pendengaran ditemukan bahwa kemampuan pendengaran mereka memburuk setelah infeksi Corona berlalu.



Simak Video "Covid-19 Bisa Sebabkan Myasthenia Gravis, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)