Sabtu, 25 Jul 2020 14:00 WIB

Terpopuler Sepekan: dr Reisa dan dr Yuri Tak Siarkan Update Corona Lagi

Ayunda Septiani - detikHealth
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto. dr Achmad Yurianto tidak lagi jadi jubir pemerintah untuk Corona. (Foto: Dok. BNPB)
Jakarta -

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19 beberapa waktu lalu resmi diganti. Achmad Yurianto kini tak lagi menjabat sebagai jubir pemerintah.

Wiku Adisasmito sebelumnya diketahui menjabat sebagai ketua tim Gugus Tugas Penanganan virus Corona COVID-19 kini beralih menggantikan Achmad Yurianto sebagai juru bicara pemerintah. Lalu bagaimana ya dengan update Corona Indonesia?

"Nanti ada tambahan bahwa juru bicara pemerintah di sini adalah ditunjuk Prof Wiku dari BNPB dan Pak Budi Gunadi Sadikin dari khusus untuk Satgas Ekonomi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers yang disiarkan oleh akun YouTube Menko Perekonomian RI, beberapa waktu lalu.

Selain jubir yang baru, ada beberapa hal yang berubah terkait update Corona di Indonesia. Berikut rangkuman detikcom dari berbagai sumber. Apa saja?

1. Update Corona tidak disampaikan secara detail

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan adanya perubahan dalam penyampaian kasus COVID-19. Warga kini diimbau untuk terus memantau status perkembangan Corona Indonesia dalam website.

"Selain itu terjadi perubahan pengumuman kasus COVID-19 harian yang sebelumnya disampaikan Dirjen P2P Kemenkes Ahmad Yurianto. Selanjutnya update kasus harian dapat langsung dilihat di portal www.covid19.go.id," sebut Wiku dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden beberapa waktu lalu.

2. Jubir Achmad Yurianto diganti oleh Wiku Adisasmito

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 kini tidak lagi dijabat oleh Achmad Yurianto. Tapi akan digantikan oleh Wiku Adisasmito.

"Sebagaimana telah disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya, selaku Ketua Komite bahwa Presiden RI telah menunjuk saya sebagai jubir Satgas Penanganan Covid-19," jelas Wiku.

Sementara, Achmad Yurianto akan kembali fokus pada jabatannya sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI. "Saya kembali ke tugas Dirjen P2P," ujar Yuri saat dihubungi detikcom, Selasa (21/7/2020).

Meskipun dirinya sudah tidak menjabat sebagai jubir pemerintah dalam penanganan COVID-19, Yuri mengaku masih akan mengevaluasi kasus COVID-19 di Indonesia.

"COVID-19 itu salah satu masalah di P2P, saya tetap mengevaluasi COVID-19," tambah Yuri.

3. Gugus tugas diganti dengan satgas

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dibubarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang diteken pada 20 Juli 2020.

Kini Gugus tugas digantikan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Dalam komite tersebut terdapat tiga unsur yaitu Komite Kebijakan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19, dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

Meski demikian, beberapa waktu lalu dr Reisa sempat absen untuk menyampaikan update soal perkembangan COVID-19 di Indonesia.

Namun, pada Jumat (24/7/2020), dalam tayangan yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, dr Reisa terlihat tampil menyampaikan perkembangan mengenai COVID-19. dr Reisa nantinya akan menyampaikan informasi dalam bentuk video pendek.

"Pada hari ini saya akan menyampaikan juga bahwa ke depannya saya pribadi akan lebih banyak hadir dalam memberikan informasi, edukasi publik, dalam bentuk video pendek," kata dr Reisa.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)