Sabtu, 25 Jul 2020 15:06 WIB

Terpopuler Sepekan: Klaster Gowes dan Ancaman Corona Saat Kumpul Pesepeda

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Hari bebas kendaraan bermotor kembali digelar di Kota Bekasi. Warga pun antusias bersepeda di CFD yang sebelumnya dihentikan sementara guna cegah COVID-19. Kluster gowes dan ancaman Corona saat berkumpul usai bersepeda. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, 21 tenaga kesehatan di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Blitar, positif virus Corona. Mereka diduga tertular virus Corona dari komunitas gowes.

Menanggapi hal ini, dr Risayogi Sitorus, dokter sekaligus pegiat olahraga sangat menyayangkan karena masih banyak pegowes yang mengabaikan protokol kesehatan. Menurutnya, hal ini terjadi saat mereka berkerumun dan lanjut melakukan kegiatan lain setelah bersepeda.

"Dipamerkan di media sosial, orang lihat dan ikut-ikutan. Makin ramai, pelanggaran terjadi, berkumpul menjadi lebih dari lima orang," jelas dr Risayogi pada detikcom, beberapa waktu lalu.

"Akhirnya makin kencang, formasi bersepeda lebih rapat. Intensitas makin tinggi, akhirnya lepas masker. Intensitasnya tinggi, rapat, lebih dari lima orang, dan ramai," lanjutnya.

Masih banyak pegowes bandel

Menurut dr Risayogi, kebanyakan pegowes bukannya tidak mengetahui protokol kesehatan yang berlaku saat ini. Tetapi, mereka hanya mendengarnya sebagai imbauan semata tanpa mau menerapkannya dengan benar.

"Akibatnya, banyak yang nggak ikutin protokol. Ironisnya, komunitas internal yang merupakan orang-orang RSUD yang dalam lingkungan berisiko tinggi jadi menyebarkan di antara mereka juga. Sayangnya, tidak memberikan contoh, padahal merupakan tenaga kesehatan," tegasnya.

Kelalaian seperti ini dikisahkan juga oleh Ulfa, salah seorang pegowes dari komunitas gowes yang diduga menjadi sumber penularan terhadap 21 tenaga kesehatan RSUD Ngudi Waluyo, Blitar.

"Sampai di rumah teman itu kami makan bersama. Otomatis semua masker dilepas untuk menikmati hidangan tuan rumah. Mungkin saat itulah penularan airborne terjadi, karena di dalam ruangan walaupun kami usahakan tetap menjaga jarak aman," tutur Ulfa.

Melihat itu, dr Risayogi pun berpesan untuk saat ini berkumpul setelah gowes sangat berisiko menyebabkan penularan virus Corona semakin tinggi. Ia menyarankan agar para pesepeda atau pegowes ini langsung pulang setelah berolahraga.

"Setelah selesai ya pulang. Kalaupun mau kumpul, jangan di tempat indoor karena udara muternya di situ saja, jadi risikonya juga kena. Kalau di udara terbuka, tetap ada risiko, tapi bisa mengurangi transmisi dari penularan," tegas dr Risayogi.



Simak Video "Pengusaha Taman Rekreasi Ngaku Dapat Berkah dari Komunitas Sepeda"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)