Sabtu, 25 Jul 2020 20:03 WIB

Dikaitkan dengan Kematian Editor Metro TV, Kenali 5 Fakta Depresi

Elsa Himawan - detikHealth
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Berikut sejumlah barang bukti yang dipamerkan ke jurnalis. Polisi menduga Yodi Prabowo meninggal bunuh diri (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Polisi menduga editor Metro TV Yodi Prabowo meninggal karena bunuh diri, dipicu oleh depresi. Keluarga tidak puas dengan dugaan tersebut, dan meyakini Yodi tak mungkin punya niat mengakhiri hidupnya sendiri.

Yodi ditemukan meninggal dunia beberapa waktu lalu di pinggir Tol JORR Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Ditemukan pisau tak jauh dari lokasi penemuan jasad Yodi.

Terlepas dari dugaan tersebut, depresi merupakan masalah kejiwaan yang kerap disepelekan. Padahal tak jarang, keinginan mengakhiri hidup muncul dari depresi yang berlarut-larut.

Beberapa fakta tentang depresi terangkum sebagai berikut:

1. Depresi disebabkan oleh banyak faktor

Memang tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan depresi, tetapi biasanya depresi melingkupi banyak faktor. Tidak hanya stres atau masalah eksternal lainnya, depresi juga bisa disebabkan karena faktor internal, misalnya perubahan hormon tubuh (biasanya dirasakan oleh ibu yang baru melahirkan), penyakit tiroid, menopause, adanya perubahan fungsi dari neurotransmitter (bahan kimia otak).

2. Sering disepelekan

Sebelum ditemukan, Yodi sempat menyampaikan ungkapan yang tidak biasa, "Kalau saya tidak ada bagaimana?"

Menurut psikolog forensik Reza Indragiri Amriel, perkataan semacam ini tidak boleh dianggap sepele. Mengutip WHO, Reza mengatakan 60 persen transisi terkait bunuh diri berlangsung 12 bulan sejak pemikiran tersebut muncul.

"Awam barangkali menganggap sepele perkataan semacam itu. Tapi dari perspektif psikologi, kalimat tersebut merupakan pertanda suicidal ideation (pemikiran tentang bunuh diri). Pemikiran semacam ini sama sekali tidak boleh dianggap enteng," tulis Reza dalam pesan yang diterima detikcom.

3. Gejala depresi

Gejala depresi sangat beragam, bahkan ada yang nyaris tidak bergejala. Kondisi ini menyebabkan banyak kasus depresi berlarur-larut karena tidak ketahuan.

Namun beberapa gejala yang bisa dikenali seperti dikutip dari Mayo Clinic adalah sebagai berikut:

- Perasaan sedih, takut, kesepian, dan putus asa.
- Mudah marah, tersinggung, bahkan pada hal kecil sekalipun.
- Kehilangan minat atau tidak menikmati lagi aktivitas normal.
- Susah tidur, atau sebaliknya jadi banyak tidur.
- Dan sebagainya.

4. Butuh support

Reza mengatakan, seseorang yang mengalami suicidal ideation sangat membutuhkan dukungan. Sangat disarankan untuk mencari bantuan medis dan psikis. Lingkungan yang suportif juga penting sebagai protective factor untuk mencegah bunuh diri.

5. Cara mengatasi

Tidak ada rumus baku untuk mencegah depresi, pada setiap orang pendekatannya bisa berbeda-beda. Akan tetapi jika kamu tengah merasa tertekan, sebaiknya lebih intens berbicara kepada keluarga dan teman-teman terdekat untuk mendengarkan kesulitanmu. Hal ini merupakan upaya awal yang bisa mencegah depresi. Namun yang terpenting, berceritalah dengan orang yang paling kamu percaya.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)