Minggu, 26 Jul 2020 09:34 WIB

Muncul Suspek, Korea Utara Tak Lagi Bebas Virus Corona?

Firdaus Anwar - detikHealth
In this undated photo provided on Monday, July 20, 2020 by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un, center, visits a construction site of a hospital in Pyongyang, North Korea. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads: Kim Jong Un mengawasi proyek pembangunan rumah sakit. (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta -

Pemerintah Korea Utara (Korut) selama ini mengklaim wilayahnya bisa bebas dari wabah virus Corona COVID-19. Pemimpin Korut, Kim Jong Un, menyebut hal ini sebagai "keberhasilan luar biasa" dari upaya pengendalian wabah.

Berbagai ahli sulit mempercayai klaim Korut. Menurut laporan BBC, orang luar tidak ada yang tahu pasti kondisinya karena Korut benar-benar menutup akses keluar-masuk sejak 30 Januari lalu.

Hingga pada hari Minggu (26/7/2020), media berita resmi pemerintah (KCNA) melaporkan muncul satu orang pasien suspek COVID-19. Bila pasien tersebut benar positif, maka ia akan menjadi kasus resmi pertama di Korut.

KCNA menyebut pasien ditemukan di kota Kaesong, dekat perbatasan dengan Korea Selatan. Ia dideskripsikan sebagai seorang pembelot yang pergi ke Korea Selatan tiga tahun lalu dan belakangan ini kembali pada 19 Juli 2020.

Pasien dikabarkan sudah dikarantina dan orang-orang yang melakukan kontak dekat dengannya selama lima hari terakhir diawasi.

"Virus ganas ini bisa saja masuk ke kota," kata Kim yang kemudian jajarannya menerapkan isolasi pada kota Kaesong seperti dikutip dari AFP, Minggu (26/7/2020).

Sebelumnya Korut juga mengklaim sudah mulai membuat vaksin Corona.



Simak Video "Pondasi Utama Pecegahan Corona Sebelum Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)