Senin, 27 Jul 2020 12:31 WIB

Lari 35 Km, Dokter Ini Buktikan Pakai Masker Tak Sebabkan Kekurangan Oksigen

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pandemic littering and environmental pollution concept. Blue disposable face mask laying flat next to a road marking. Ilustrasi masker. (Foto: Getty Images/iStockphoto/PKpix)
Jakarta -

Seorang dokter di Yorkshire, Inggris, Tom Lawton, berlari sejauh 22 mil (35 km) dari rumah ke tempat kerjanya di Bradford Royal Infirmary dengan mengenakan masker. Mengutip laman The Independent, Lawton melakukan hal itu untuk meredam berbagai spekulasi mengenai pemakaian masker menurunkan kadar oksigen.

Dalam akun media sosialnya, Lawton menjelaskan bahwa ia telah melihat kondisi terburuk yang dialami pasien virus Corona. Ia juga mendorong agar semua orang memakai masker ketika meninggalkan rumah.

Sebagai langkah lanjutan, ia juga membuka donasi di laman GoFundMe untuk mengumpulkan uang yang akan diberikan ke The Trussell Trust, bank makanan di Bradford. Lawson juga menuliskan kekecewaannya mengenai banyaknya orang yang masih mempercayai mitos soal masker menurunkan kadar oksigen.

"Karena itu saya kesal dengan informasi yang salah tentang kadar oksigen dan masker, serta pesan yang membingungkan kapan harus memakainya (di dalam ruangan!)" tulis Lawton.

Lawton juga menuturkan bahwa dia adalah seorang atlet triatlon, namun pandemi Corona telah 'merampas' kesehatannya. Sehingga untuk meredam kekesalannya dan meluruskan informasi yang beredar, ia akhirnya berlari dari rumah ke tempat kerja dengan memakai masker.

Ia menambahkan jika bahwa ia saja bisa berlari sejauh 16-21 mil (sekitar 25-33 km) dengan mengenakan masker, maka seharusnya tak ada masalah saat orang-orang mengenakan masker saat beraktivitas.

"Saya tidak lepas-pasang masker (tidak makan dan minum), dan kadar oksigen tetap berada di angka 98 persen setiap kali saya memeriksanya. Silahkan mengutip pernyataan ini ketika ada orang yang mengatakan pada Anda pakai masker itu buruk," tambahnya.

Apa yang dilakukan oleh Lawton sejalan dengan panduan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia yang menyatakan bahwa pakai masker tidak menyebabkan keracunan oksigen.

"Penggunaan masker medis yang berkepanjangan memang tidak nyaman. Namun, itu tidak menyebabkan keracunan CO2 atau kekurangan oksigen"," tulis WHO dalam situs resminya.

Perlu dicatat, penggunaan masker hanya dianjurkan untuk olahraga dengan intensitas ringan-sedang, sedangkan kemampuan fisik tiap orang tidak selalu sama. Olahraga yang terasa ringan-sedang bagi seseorang, bisa saja terasa berat bagi orang lain.

Di masa pandemi, olahraga di tempat umum lebih disarankan dengan intensitas ringan-sedang agar tetap memungkinkan pakai masker. Jika ingin melakukan dengan intensitas tinggi dan harus melepas masker, lakukan di tempat khusus yang tidak ada orang lain.

Sebaiknya konsultasikan dulu kondisi kesehatan sebelum melakukan olahraga ekstrem atau dengan intensitas tinggi.



Simak Video "Jangan Salah! Selalu Perhatikan Caramu Pakai Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)