Selasa, 28 Jul 2020 05:04 WIB

Spesimen Menumpuk di Lab, Uji Sampel Swab di Sleman Terkendala

Jauh Hari Wawan S - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Sleman -

Pemkab Sleman memiliki target untuk bisa melakukan tes swab sebanyak 5.000 tes dalam waktu lima pekan. Hanya saja, saat ini banyak sampel yang menumpuk di lab yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Sesuai ketentuan, target 5 ribu swab, kemudian kita jabarkan seminggu harus seribu tes. Tapi dengan catatan sekarang lab sedang terlalu penuh dan menolak sehingga kita perpanjang, tidak lima pekan lagi," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo di Pendopo Parasamya Kompleks Pemkab Sleman, Senin (27/7/2020).

Joko mengungkapkan, dari lima lab yang ada di DIY, semuanya penuh. Sebab, bukan hanya Sleman saja yang melakukan swab massal, namun kabupaten lain juga melakukan kegiatan serupa.

"Sekarang semua lab sedang menolak untuk permintaan pemeriksaan uji PCR karena menampung dari rumah sakit dan dinkes kabupaten lain yang sama-sama melakukan swab," ungkapnya.

Dinkes, lanjutnya, langsung bergerak cepat. Mereka akhirnya bekerja sama dengan lab FKIK UMY.

"Sebelumnya kan di Yogya ada lima, BTKLPP Yogyakarta, lab milik FKKMK UGM, RSUP Dr Sardjito, BBVET Wates dan RSPAU Hardjolukito. Namun semuanya angkat tangan lalu kami coba kerja sama dengan UMY dan ternyata bisa," ucapnya.

Untuk UMY, menurut Joko dalam satu hari bisa menguji sampel sebanyak 60 hingga 100 sampel.

"Sehari 60-100 sampel walaupun itu tidak cukup tapi sudah lumayan. Untuk UMY sendiri biasanya menguji sampel dari RS PKU Muhammadiyah Kota, Gamping maupun Bantul," bebernya.



Simak Video "Biar Nggak Tegang, Petugas Damkar Swab Test Diiringi Musik Dangdut"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)