Selasa, 28 Jul 2020 10:13 WIB

Stres Jenis Ini Sebabkan Penuaan Dini, Apa Tuh?

Reyhan Diandri - detikHealth
Masalah kulit Foto: shutterstock
Jakarta -

Istilah stres oksidatif memang jarang didengar oleh kebanyakan orang, namun akibat dari gangguan ini sering sekali dirasakan banyak orang. Jika dibiarkan terlalu lama maka bisa menjadi masalah kesehatan. Lalu sebenarnya apa sih stres oksidatif itu?

Menurut Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita, stres oksidatif adalah keadaan jumlah radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh yang tidak seimbang. Radikal bebas merupakan molekul yang sangat reaktif untuk berinteraksi dengan molekul-molekul lain di dalam sel tubuh. Radikal bebas ini dinilai bisa merugikan untuk tubuh.

"Radikal bebas akan menyebabkan kerusakan pada membran sel, protein, maupun gen di dalam tubuh kita," ujar dr Adeline kepada detikHealth baru-baru ini.


dr Adeline menyebutkan jika radikal bebas yang tidak seimbang di dalam tubuh dibiarkan terlalu lama, maka akan bermanifestasi ke dalam berbagai penyakit. Selain itu perubahan pada tubuh pun dapat terjadi, salah satunya adalah penuaan dini.

"Radikal bebas dapat bermanifestasi pada tubuh, sehingga berisko terserang berbagai penyakit, seperti diabetes, penyakit neurodegenaritf, parikinso, alzheimer, hingga kanker. Gejala penuaan dini juga dapat terjadi seperti munculnya kerutan dan garis halus pada wajah," jelasnya.

Terkait dengan asal muasal radikal bebas ini, dr Adeline mengungkapkan selain berasal dari dalam tubuh, banyak juga faktor-faktor di luar tubuh yang dapat memengaruhi kemunculannya.

"Kemunculan radikal bebas juga dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar tubuh manusia. Polusi, paparan sinar matahari, limbah industri, merokok, asap kendaraan, konsumsi alkohol juga bisa memicu faktor munculnya radikal bebas dalam tubuh. Jadi jika jumlah antioksidan yanga lebih sedikit daripada jumlah radikal bebas itulah yang disebut stres oksidatif," ungkapnya.

Untuk mengatasi stres oksidatif, dr Adeline mengatakan konsumsi makanan yang mengandung antioksidan bisa menjadi solusinya. Hal itu karena antioksidan merupakan suatu material yang dapat menetralisir atau menangkal radikal bebas.

"Rutin mengonsumsi makanan kaya antioksidan dapat mengurangi risiko terkena dampak buruk radikal bebas. Kita harus mengonsumsi antioksidan yang secara alami dapat melawan radikal bebas yang berdampak negatif terhadap tubuh. Makanan yang kaya antioksidan dan bisa dikonsumsi contohnya, seperti apel, pir, anggur, jeruk, pisang, mangga, pepaya, brokoli, dan zaitun," ungkapnya.


Agar keseimbangan radikal bebas dapat terjaga, Anda memerlukan antioksidan yang kuat untuk menghindari stres oksidatif. Anda pun bisa mendapatkan manfaat antioksidan kuat dengan mengonsumsi Entrasol Active, susu yang baik untuk produktif 19-50 tahun. Susu Entrasol Active mengandung hytolite atau ekstrak zaitun (extract olive) yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk melindungi orang tubuh dari radikal bebas. Selain itu, Entrasol Active juga dapat melindungi organ tubuh dari berbagai penyakit dan membantu menjaga daya tahan Anda saat melakukan aktivitas sehari-hari.





Simak Video "83 Persen Tenaga Medis di DKI Jakarta Alami Burnout"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)