Selasa, 28 Jul 2020 19:02 WIB

Penyebab Pria Alami Kebotakan Dini Seperti Pangeran William

Elsa Himawan - detikHealth
LONDON, ENGLAND - JANUARY 20: Prince William, Duke of Cambridge (C) speaks as UK Prime Minister Boris Johnson (L) and Catherine, Duchess of Cambridge (R) look on during at a reception to mark the UK-Africa Investment Summit at Buckingham Palace on January 20, 2020 in London, England. (Photo by Yui Mok - WPA Pool/Getty Images) Pangeran William disebut alami kebotakan dini. (Foto: Yui Mok - WPA Pool/Getty Images)
Jakarta -

Pangeran William kembali jadi sorotan setelah banyak masyarakat yang menilai dia mengalami kebotakan dini. Dalam studi mengenai daya tarik pria botak, Pangeran William jadi kandidat pria botak dengan daya tarik rendah.

Kebotakan dini bagi pria tak melulu disebabkan oleh penyakit. Kebotakan yang dialami oleh pangeran Inggris ini bisa jadi disebabkan karena faktor genetik. Ayah dan kakeknya juga botak, sehingga memungkinkan pangeran William memiliki kecenderungan genetik seperti itu.

Terlepas dari hal tersebut, pria bisa mengalami kebotakan dini sama seperti yang dialami oleh pangeran William. Berikut penyebab kebotakan dini yang dialami oleh pria, dilansir dari Healthline:

1. Faktor genetik

Sama seperti pangeran William, salah satu penyebab kebotakan yang banyak dialami adalah genetik atau memiliki riwayat kebotakan pada keluarga. Penelitian menemukan bahwa pola kebotakan pria dikaitkan dengan hormon yang bernama androgen. Hormon ini memiliki banyak fungsi, termasuk mengatur pertumbuhan rambut.

2. Penyakit serius

Kebotakan juga bisa disebabkan karena penyakit serius seperti kanker, tiroid, steroid, anabolik, atau konsumsi obat-obatan. Dalam kasus ini, temui dokter jika kamu merasa memiliki keluhan kesehatan dan kebotakan yang terjadi setelah kamu mengkonsumsi obat.

3. Gangguan gizi

Dokter menggunakan pola kerontokan rambut untuk mendiagnosis kebotakan pada pria. Biasanya bisa terjadi karena adanya jamur di kulit kepala atau gangguan gizi. Kondisi ini biasanya membuat kebotakan yang disertai dengan nyeri, kemerahan, pengelupasan pada kulit kepala, dan kerusakan rambut.



Simak Video "Jangan Panik dengan Gejala Pasca Vaksinasi COVID-19!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)