Rabu, 29 Jul 2020 05:47 WIB

Idul Adha Era New Normal, Ini Saran Kementan Soal Distribusi Daging Kurban

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
YOGYAKARTA, INDONESIA - SEPTEMBER 12:  An Indonesian Muslim prepares a cow for slaughter during celebrations for Eid al-Adha at Jogokaryan mosque on September 12, 2016 in Yogyakarta, Indonesia. Muslims worldwide celebrate Eid Al-Adha, to commemorate the Prophet Ibrahims readiness to sacrifice his son as a sign of his obedience to God, during which they sacrifice permissible animals, generally goats, sheep, and cows.  (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images) Daging kurban sebaiknya segera didistribusikan (Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti)
Jakarta -

Perayaan hari raya Idul Adha pada tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lantaran berlangsung di tengah pandemi Corona, dari pelaksanaan salat, penyembelihan hewan kurban, hingga pendistribusian daging pun wajib mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kementerian Pertanian, drh Syamsul Ma'arif, MSi, mengatakan sebaiknya daging hewan kurban yang telah dipotong langsung dibagikan kepada masyarakat. Karena itu, ia meminta panitia untuk dibagi menjadi dua kelompok, yakni ada yang memotong dan ada juga yang mendistribusikan.

"Mengingat daging ini kelihatannya saja bagus, tapi mudah rusak dan sangat berbahaya," kata drh Syamsul di siaran pers BNPB, Selasa (28/7/2020).

"Kita tanamkan ke panitia supaya jangan ngumpul dulu (daging) sampai 100-200 pembagian baru didistribusikan, karena daging ini paling tidak 6-8 jam sudah diolah," lanjutnya.

Sebelumnya, panduan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di tengah pandemi Corona telah ditetapkan dalam Surat Edaran Kementerian Agama Nomor 18 Tahun 2020. Berikut panduannya:

  1. Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik.
  2. Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia yang berkurban.
  3. Pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging.
  4. Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai.
  5. Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.


Simak Video "Panduan WHO agar Aman dari COVID-19 saat Idul Adha"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)