Rabu, 29 Jul 2020 14:38 WIB

Bank Sperma di China Kekurangan Donor Gara-gara Corona

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi sperma Bank sperma mengalami kelangkaan donor gara-gara pandemi virus Corona COVID-19 (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Sebuah bank sperma di bagian barat daya China mendesak para pria di negara itu untuk 'mendonasikan' sperma mereka. Pandemi virus Corona COVID-19 telah memicu kelangkaan donor sperma di negara tersebut.

Dikutip dari Daily Mail, wabah virus Corona COVID-19 telah membuat salah satu bank sperma di bagian barat daya China mengalami kekurangan persediaan sperma.

Bank sperma yang berada di klinik kesuburan di Provinsi Yunan ini mengaku tengah berjuang untuk mendapatkan donasi sperma untuk menolong banyak pasangan yang ingin mendapatkan keturunan.

Selain jumlah relawan yang kian menyusut, menurut dokter di klinik tersebut, permasalahan terbesar lainnya adalah hanya sekitar 20 persen dari sperma yang didonasikan berkualitas.

Fasilitas kesehatan China, mengatakan bahwa mereka hanya bisa membantu 30 pasangan dengan jumlah sperma yang mereka miliki.

Sejauh ini hanya 170 orang yang mendaftar sebagai relawan, hampir 60 persen lebih sedikit dari tahun lalu sekitar 400 relawan.

Pria yang diizinkan untuk mendonasikan spermanya harus berusia antara 22 sampai 45 dan memenuhi syarat sebagai relawan.

Ada pun pria yang menderita rambut rontok dan memiliki rabun dekat tidak diperkenankan untuk mendonasikan spermanya.

Sekalinya seorang relawan terpilih menjadi donor yang memenuhi syarat, maka relawan tersebut perlu menahan diri dari aktivitas kegiatan seksual selama 3 sampai 7 hari sebelum memberikan kontribusinya.

Seluruh proses donasi akan memakan waktu sekitar 8 bulan. Relawan juga akan diberi uang tunai hingga 5.000 yuan atau sekitar Rp 10 juta setelah selesai melewati semua rangkaian proses donasi.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)