Rabu, 29 Jul 2020 15:02 WIB

Saran WHO Soal Cara Aman Bagi-bagi Daging Kurban Saat Pandemi

Firdaus Anwar - detikHealth
Warga mengantre pembagian daging kurban di Yayasan Al Kahfi, Warakas, Jakarta Utara, Rabu (22/8/2018). Idul Adha kali ini, yayasan tersebut memotong 8 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Pembagian daging kurban (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Saat Idul Adha, kadang muncul keramaian saat tempat pemotongan hewan kurban mulai membagi-bagikan daging. Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, hal ini tentu bisa jadi risiko munculnya kluster baru penularan Corona.

Terkait hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengeluarkan panduan bagaimana merayakan Idul Adha yang aman dari ancaman virus Corona. Salah satunya adalah protokol kesehatan yang disarankan saat melakukan pembagian daging kurban.

WHO menyarankan keluarga memesan hewan kurban dan pemotongannya dari lembaga atau penyedia jasa terpercaya. Lembaga atau penyedia jasa tersebut lalu melakukan proses pengambilan, pengemasan, penyimpanan, dan pendistribusian daging sambil menerapkan protokol kesehatan Corona pada umumnya.

"Ketika umat ingin membagikan daging, disarankan mengutus satu orang dari keluarga untuk memesan hewan dan pemotongannya dari lembaga atau agen berjaringan terpusat. Supaya tidak ada kerumunan saat pembagian daging, pastikan lembaga tersebut patuh terhadap upaya protokol kesehatan jaga jarak dalam seluruh prosesnya," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Rabu (29/7/2020).

Para pengolah daging disarankan memakai alat pelindung diri (APD) yang memadai. Seluruh limbah sisa-sisa dari pemotongan juga harus dikelola dengan baik jangan sampai ada yang dibuang sembarangan.

Jangan lupa sediakan juga infrastruktur seperti tempat cuci tangan dan suplai air bersih untuk menjaga kebersihan.



Simak Video "Panduan WHO agar Aman dari COVID-19 saat Idul Adha"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)