Kamis, 30 Jul 2020 09:10 WIB

5 Negara Ini Lockdown Lagi Setelah Kasus Corona Kembali Melonjak

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
In this photo taken Sunday, April 5, 2020, residents walk near a sealed off neighborhood in Wuhan, central Chinas Hubei province. Authorities in Wuhan, the Chinese city where the coronavirus pandemic first broke out, have reportedly launched a plan to test everyone in the city of 11 million people in the next 10 days. (AP Photo/Ng Han Guan) Keadaan saat lockdown di China. (Foto: AP Photo/Ng Han Guan)
Jakarta -

Di tengah pandemi Corona ini, sejumlah negara sudah mulai melonggarkan kebijakan lockdown dan kembali beraktivitas seperti biasa. Hal ini dilakukan setelah jumlah kasus COVID-19 di negara tersebut dianggap sudah menurun.

Namun, beberapa negara yang melakukan kebijakan itu malah harus kembali menerapkan lockdown karena lonjakan kasus COVID-19 kembali terjadi. Dikutip dari CNN Indonesia, berikut deretan negara yang harus kembali lockdown dan dibayangi ancaman gelombang kedua.

1. China

Setelah melakukan lockdown selama 3 bulan, pemerintah melonggarkan kebijakan lockdown dan kembali membuka sejumlah kegiatan di China. Mulai dari perekonomian, wisata, bisnis, hingga sekolah secara bertahap pada Mei 2020 lalu.

Namun, kebijakan lockdown tersebut harus kembali dilakukan setelah pejabat kesehatan China mendeteksi adanya lonjakan kasus baru virus Corona di Beijing, pada awal Juni. Akibatnya, China kembali menerapkan lockdown di sebagian wilayah di Ibu Kota China tersebut.

Diketahui, lonjakan kasus tersebut berasal dari pasar grosir Xinfadi. Klaster baru itu muncul setelah tiga pedagang dan dua pengunjung pasar dipastikan positif Corona.

Pihak berwenang China juga kembali melaporkan adanya lonjakan kasus Corona di awal pekan ini sebanyak 61 kasus. Dari kasus tersebut, Komisi Kesehatan Nasional setempat mencatat, 57 kasus adalah penularan lokal dan 4 lainnya imported case.

Berdasarkan statistik Worldometer per Rabu (29/7/2020), China memiliki kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 84.000 dan kasus kematian mencapai 4.634.

2. Australia

Australia juga kembali harus mengisolasi Victoria, salah satu negara bagian, setelah menemukan adanya lonjakan kasus Corona yang mencapai ratusan kasus per harinya pada awal Juli lalu.

Australia juga menerapkan lockdown di Melbourne selama 6 minggu untuk mengendalikan kasus Corona di sana yang kembali melonjak.

Perdana Menteri Scott Morisson bahkan sampai mengerahkan personel militer dan polisi untuk menjaga dan memastikan, masyarakat di perbatasan negara bagian Victoria tersebut untuk tetap berada di rumah selama masa isolasi.

Pada Rabu (22/7/2020), rekor kasus Corona di Australia mencapai 502, 484 di antaranya terdapat di Victoria.

3. Spanyol

Setelah kasus penularan Corona kembali melonjak di wilayah Catalonia sejak pertengahan Juni 2020 ini, Spanyol akhirnya kembali menerapkan kebijakan lockdown. Pemerintah Catalonia mengisolasi sekitar 140 ribu penduduknya dan hanya boleh keluar rumah untuk bekerja dan aktivitas penting lainnya.

Sebelumnya, Spanyol baru membuka lockdown pada pertengahan Juni lalu setelah dikunci selama 3 bulan untuk mengendalikan penularan virus Corona.

4. Malaysia

Pemerintah Malaysia berencana untuk menerapkan kembali kebijakan lockdown, jika kasus baru Corona di negara tersebut melonjak hingga 100 persen per harinya.

Saat ini, Malaysia sedang berada dalam tahap pemulihan, sehingga sudah tidak menerapkan kebijakan pengawasan pergerakan (MCO) yang ketat. Hampir seluruh kegiatan bisnis dan ekonomi mulai berjalan dan tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan.

Namun, ternyata pihak berwenang Malaysia kembali mendeteksi adanya lonjakan kasus baru Corona dalam beberapa minggu terakhir ini. Hingga pada Selasa (28/7/2020), Malaysia menemukan 39 kasus baru, 28 di antaranya merupakan kasus penularan lokal.

5. Vietnam

Satu lagi negara Asia yang kembali menerapkan lockdown yaitu Vietnam. Negara ini kembali menerapkan lockdown pada kota ketiga terbesar di sana, yaitu Da Nang, selama 2 minggu setelah penularan Corona pada 15 orang.

Dikutip dari Associated Press, kasus infeksi di Da Nang merupakan kasus penularan lokal. Meski tidak ada penambahan kasus selama 3 bulan Vietnam, ternyata penularan virus itu kembali terdeteksi baru-baru ini.

Sejumlah 15 orang yang positif COVID-19 merupakan pasien dan petugas kesehatan di rumah sakit Da Nanang.



Simak Video "Nasib Akupunktur di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)