Kamis, 30 Jul 2020 22:30 WIB

Apa Itu Arti Penyakit Fetish? Berikut 4 Fakta Soal Fetish Gilang Bungkus

Ayunda Septiani - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Berikut 4 fakta soal fetish gilang bungkus. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Media sosial Twitter dihebohkan dengan sebuah pengakuan thread Gilang Bungkus dari @m_fikris berjudul Predator 'Fetish Kain Jarik' Berkedok Riset dari salah satu universitas di Surabaya.

Dalam sebuah thread tersebut, seorang pria yang mengaku berasal dari salah satu universitas di Surabaya sedang melakukan riset. Riset ini disebut berkaitan dengan 'bungkus-membungkus' yang dikaitkan dengan 'Fetish Kain Jarik'.

Sang korban mengaku dirinya merasa dilecehkan setelah sadar saat mengobrol bersama temannya. Temannya menyebut hal ini bisa disebut fetish. Namun apakah pelaku bisa dikatakan fetish?

1. Apa itu arti penyakit fetish?

Dikutip dari laman WebMD, penyakit fetish adalah kesenangan yang didapatkan oleh seseorang sebagai respons terhadap objek yang seringkali tidak mengandung unsur-unsur seksual.

Orang yang memiliki fetish, mereka cenderung membutuhkan suatu objek atau benda tertentu di hadapannya, kemudian berfantasi seksual dengan objek tersebut, atau digunakan kepada pasangan agar bisa meraih kepuasan seksual yang maksimal.

Menurut penelitian lainnya, penyakit fetish yang paling umum melibatkan bagian pada tubuh, seperti kaki, fitur tubuh, seperti obesitas, tato, atau penindikan. Sejauh ini kaki adalah yang paling umum.

2. Pelaku fetish biasanya pria

Kondisi fetish lebih sering terjadi pada pria. Banyak orang dengan penyakit fetish harus memiliki objek yang menjadi daya tarik mereka atau berfantasi, sendirian atau dengan pasangan, untuk menjadi terangsang secara seksual, mendapatkan ereksi, dan mengalami orgasme.

Seseorang dengan kondisi fetish mungkin bermasturbasi saat mereka memegang, menggosok, mencium, atau mencicipi objek tersebut. Atau mereka meminta pasangannya untuk memakai benda tersebut atau menggunakannya saat berhubungan seks.

3. Tak hanya tubuh, fetish juga melibatkan benda

Setelah bagian tubuh, barang yang kamu kenakan juga sering menjadi sasaran bagi yang memiliki kondisi fetish. Penelitian yang sama menempatkan pakaian yang dikenakan di pinggul dan kaki, seperti rok, dan stocking, di bagian atas daftar. Alas kaki, lalu pakaian dalam, berada di peringkat di bawahnya.

Fetish yang melibatkan bahan tertentu, seringkali juga kulit atau karet. Beberapa orang suka berpakaian sendiri dan pasangan mereka dengan kostum binatang berbulu.

4. Normal nggak sih penyakit fetish?

Fetish seksual bukanlah gangguan, tetapi hal tersebut menyebabkan tekanan yang intens dan berbekas.

"Apakah seseorang melakukan ini sendiri atau dengan pasangan, jika mereka senang dengan itu, maka itu bukan masalah," kata Krueger, selama itu menyebabkan kesenangan dan tidak ada paksaan.

"Pasien saya datang kepada saya karena mereka merasa itu menjadi masalah. Perilaku mereka tidak menarik, menyenangkan, atau bahkan seksi. Mereka tidak hanya bereksperimen dengan cara baru ekspresi seksual. Mereka putus asa, kompulsif, dan kadang-kadang begitu tertekan oleh perilaku mereka sehingga bunuh diri menjadi pertimbangan," jelas Kenneth Rosenberg, MD. psikiatri di Weill Cornell Medical College.



Simak Video "Gilang dan Fetish Kain Jarik Hebohkan Twitter, Apa Itu Fetish?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)