Jumat, 31 Jul 2020 09:15 WIB

Heboh Predator 'Fetish Kain Jarik', dr Boyke Buka Suara Soal Kelainan Seks

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
fetish kain jarik Heboh soal fetish kain jarik, dr Boyke buka suara soal kelainan seks. (Foto: Tangkapan layar)
Jakarta -

Belakangan, heboh soal Gilang dan dugaan fetish berkedok riset ilmiah. Gilang memiliki riset 'bungkus-membungkus' yang membuat korban harus 'dibungkus' seperti pocong.

Kisah ini ramai di akun Twitter @m_fikris, sang pemilik akun mengaku menjadi korban. Ia sempat membantu 'riset' Gilang, di mana dirinya dibungkus seperti pocong hingga tiga jam.

Pada akhirnya, ia sadar bahwa 'riset' ini semata-mata melecehkan dirinya kala diingatkan oleh teman. Teman pemilik akun menyebut, tindakan ini termasuk fetish.

"Nah setelah gw ngobrol ama temen gw. Katane hal2 kek pocong (dibungkus jarik) itu adalah fetish/kink gitu lah. Gw dikasih link beritane, gw kirim ke gilang dong. Dan ampe gw nulis ini gak dibales," tulis akun tersebut.

Pakar seks dr Boyke Dian Nugraha menilai kasus 'Gilang dan bungkus-membungkus' memang memiliki beberapa unsur paraphilia atau penyimpangan seksual. Termasuk fetish, di mana seseorang memiliki rangsangan pada objek-objek yang tidak biasa seperti benda mati.

"Fetish itu penyimpangan seksual, jadi penyimpangan seksual kita kenal dengan paraphilia. Paraphilia itu keterangsangan seseorang sampai dia orgasme itu dengan objek-objek yang tidak biasa," kata dr Boyke saat dihubungi detikcom.

"Misalnya dia tertarik kepada objek-objek seperti sepatu ataupun seperti celana dalam, ataupun yang tadi kaya kain-kain kafan itupun juga sebenarnya fetish," jelasnya.

Jika dilihat dari kasus 'Gilang dan bungkus-membungkus', dr Boyke menilai bahkan ada kecenderungan penyimpangan seksual lain pada Gilang. Salah satunya adalah sadisme.

"Tetapi yang anehnya itu adalah mulutnya ditutup dulu, itu berarti dia ada ketertarikan kepada objek-objek yang unusual, dan setelah itu karena dia ditutup dengan lakban matanya itu ada efek sedikit sadismenya juga di situ," sebut dr Boyke.

Orang yang memiliki fetish seringkali tidak hanya memiliki satu gangguan saja, tetapi 'multiple', lebih dari satu. dr Boyke mengaku hal ini kerap terjadi pada yang memiliki fetish.

"Selain efek sadismenya juga, dia memposting hasil karya dia kepada orang lain, berarti dia ada voyeurism-nya juga, senang menonton apa yang dia lakukan kepada korbannya tersebut," kata dr Boyke.

"Makanya pada paraphilia, itu seringkali tidak hanya fetish saja, kadang-kadang dia multiple paraphilia-nya, ada sedikit sadisnya, ada voyeurismnya, jadi seperti itu," pungkasnya.

[Gambas:Video 20detik]

(naf/up)