Minggu, 02 Agu 2020 05:20 WIB

Kalap Makan Daging Bikin Kolesterol Naik, Bisakah Ditangkal dengan Obat?

Elsa Himawan - detikHealth
ilustrasi minum obat Obat penurun kolesterol tidak bekerja dengan instan (Foto: iStock)
Jakarta -

Perayaan Idul Adha tidak lepas dari berbagai sajian yang mengandung daging dan santan. Keduanya bisa jadi ancaman bagi yang memiliki riwayat kolesterol tinggi.

Obat-obatan memang bisa mengatasi lonjakan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Salah satu yang cukup populer adalah simvastatin.

Beberapa orang meyakini, minum obat ini sebelum makan daging bisa mencegah atau bahkan mengatasi lonjakan kadar kolesterol. Namun menurut dokter jantung, anggapan itu tidak sepenuhnya tempat.

"Efek kolesterol jahat itu gak bisa diturunkan dalam waktu sekejap. Optimalnya kinerja Simvastatin itu kan kira-kira selama enam minggu," kata dr Vito A Damay, SpJP, dokter jantung dari RS Siloam Lippo Village, saat dihubungi detikcom.

Lagipula menurut dr Vito, obat-obatan tidak menurunkan kolesterol hingga 100 persen. Tidak berarti dilarang sama sekali untuk makan daging dan santan, tetapi sangat dianjurkan untuk memperhatikan porsinya.

Perlu dicatat juga, obat-obat penurun kolesterol umumnya adalah obat keras yang hanya bisa diminum atas petunjuk dokter. Sembarangan mengonsumsi obat semacam ini tentu bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

"Kelemahannya adalah orang tidak mau periksa ke dokter, minum obat sembarangan, dan terus-terusan mengkonsumsi makanan yang berisiko kolesterol," kata dr Vito.



Simak Video "Memasuki Usia 20-an, Seberapa Sering Harus Cek Kolesterol?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)