Minggu, 02 Agu 2020 05:50 WIB

4 Petunjuk Ganjil Virus Corona, Gangguan Pendengaran hingga Kebotakan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Gejala virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Meski utamanya menyerang pernapasan, infeksi virus Corona COVID-19 tidak terbatas pada keluhan batuk dan sesak napas. Berbagai gejala yang tak biasa makin banyak dilaporkan, termasuk kebotakan dan gangguan pendengaran.

Demikian juga faktor risikonya, virus Corona mulai dikaitkan juga dengan berbagai kondisi yang tak terbayangkan sebelumnya. Siapa sangka pria botak lebih rentan mengalami dampak fatal ketika terinfeksi?

Dikutip dari Guardian, berikut 5 gejala dan faktor risiko tak biasa virus Corona.

1. Rambut rontok

Beberapa pasien COVID-19 melaporkan kerontokan rambut. Tidak secara langsung disebabkan oleh virus, tetapi para ilmuwan punya penjelasannya.

"Salah satu bentuk kerontokan yang disebut telogen effluvium bisa menyebabkan kerontokan sementara sebagai akibat dari beberapa pemicu termasuk demam dan penyakit parah, yang mungkin menjelaskan beberapa kasus kerontokan yang dilaporkan bersama infeksi COVID-19," kata Dr Tanya Bleiker dari British Association of Dermatologists.

2. Gangguan pendengaran

Kajian sistematis atas bukti-bukti ilmiah mengungkap beberapa laporan gangguan pendengaran pada pasien COVID-19. Tim peneliti yang sama juga mengungkap 16 dari 121 pasien yang dirawat karena COVID-19 mengalami perubahan pada pendengaran 8 pekan setelah sembuh.

"Secara teori mungkin ada kaitan karena kita tahu beberapa virus bisa memicu gangguan pendengaran seperti campak contohnya," kata Kevin Munro dari University of Manchester.

3. Punya postur tinggi

Sebuah penelitian yang belum menjalani telaah sejawat (peer review) menyebut orang-orang yang badannya tinggi punya risiko lebih besar tertular COVID-19. Diyakini berhubungan dengan penularan melalui aerosol. Penelitian ini banyak dipertanyakan oleh ilmuwan lain.

4. Botak

Hormon androgen dikaitkan dengan risiko keparahan seseorang ketika terinfeksi COVID-19. Hormon yang sama juga berperan pada kebotakan. Sebuah riset kecil mengungkap kaitan antara botak dengan risiko mengalami dampak lebih serius ketika terinfeksi COVID-19.



Simak Video "Punya Gejala Demam Tinggi, Ini Beda DBD dan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)