Minggu, 02 Agu 2020 08:44 WIB

Ganjil Genap di DKI Berlaku Lagi, Begini Cegah Corona di Transportasi Umum

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Petugas Dishub dan Polantas melakukan sosialisasi perluasan  ruas jalan ganjil genap di kawasan simpang besar Matraman, Jakarta Timur. Ganjil genap akan berlaku lagi di tengah PSBB transisi (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kebijakan ganjil genap akan kembali diberlakukan di tengah PSBB (pembatasan sosial berskala besar) transisi. Transportasi umum akan jadi andalan bagi yang tidak bisa menggunakan kendaraan pribadi.

Karena memungkinkan terjadi interaksi dengan banyak orang di dalam ruang tertutup, transportasi umum menjadi salah satu tempat dengan risiko tinggi menularkan virus Corona COVID-19. Karenanya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencegahnya.

Dirangkum dari protokol kesehatan yang berlaku, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Jaga jarak

Berbagai moda transportasi umum sudah menerapkan physical distancing. Kapasitas angkut dibatasi, tidak semua bangku bisa diduduki, ditandai dengan tanda silang atau sejenisnya. Demikian juga area berdiri, ada penanda yang memudahkan antar penumpang untuk saling jaga jarak.

Pihak Comuter Line menerapkan physical distancing di gerbong kereta. Para penumpang harus menjaga jarak satu dengan lainnya.Pihak Comuter Line menerapkan physical distancing di gerbong kereta. Para penumpang harus menjaga jarak satu dengan lainnya. Foto: Agung Pambudhy

2. Lengan Panjang

Selain wajib menggunakan masker, pengguna angkutan umum juga disarankan untuk menerapkan berbagai langkah pencegahan lain. Termasuk menggunakan baju lengan panjang atau jaket saat naik KRL.

3. Tidak ngobrol dan makan-minum

Aktivitas yang mengharuskan penumpang angkutan umum membuka masker tidak diperbolehkan. Ini artinya, tidak boleh makan dan minum saat berada di kendaraan umum. Ngobrol atau berbicara baik melalui telepon atau secara langsung juga tidak diperbolehkan untuk menghindari keluarnya droplet maupun mikrodroplet yang bisa menularkan virus Corona.

Rute KRL Jakarta-Bogor jadi perhatian usai Gubernur Jakarta Anies Baswedan akui jalur itu riskan corona. Meski begitu KRL rute itu masih ramai digunakan warga.Risiko penularan di transportasi umum terbilang tinggi karena kondisinya kadang berdesakan di ruangan sempit. Foto: Pradita Utama

4. Bawa helm sendiri jika naik ojek

Bagi pengguna ojek, online maupun offline, bawa helm sendiri sangat dianjurkan. Helm yang digunakan bersama-sama berisiko menularkan virus Corona karena dipegang oleh banyak orang sehingga sangat mungkin menularkan virus Corona ketika terpegang lalu tangannya menyentuh wajah.

5. Sepeda untuk alternatif

Tidak ingin ambil risiko kontak dekat dengan orang lain? Sepeda bisa jadi pilihan karena tidak terkena kebijakan ganjil genap. Manfaat lainnya adalah bisa sekalian olahraga. Ingat, tetap pakai masker ya. Kan, bukan mau balapan?



Simak Video "Prosedur yang Perlu Dilakukan Kantor Jika Ada Karyawan Kena Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)