Minggu, 02 Agu 2020 16:30 WIB

Anji Bikin Gaduh Soal 'Antibodi COVID-19', Pakar: Bohong Harus Ditindak

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
disebut plagiat anji marah besar Anji lagi-lagi bikin gaduh soal COVID-19 (Foto: Ismail/detikHOT)
Jakarta -

Banyak yang meragukan klaim 'penemu' antibodi COVID-19 dalam video terbaru Erdian Aji Prihartanto alias Anji. Sosok Hadi Pranoto yang diklaim menemukan obat Corona dinilai tidak dikenal di kalangan ahli mikrobiologi.

"Harusnya ada yang meng-counter dan meminta pertanggungjawaban Anji karena dia menyebarkan berita bohong. Jadi harus ditindak tegas," kata ahli epidemiologi Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), saat dihubungi, Minggu (2/8/2020).

Jika dibiarkan, menurut Pandu, masyarakat akan mendapatkan informasi yang menyesatkan. Pasalnya hingga saat ini belum ada penemuan obat yang diakui untuk virus Corona COVID-19.

Dampaknya bisa kontraproduktif. Misalnya, masyarakat jadi enggan pakai masker dan tidak patuh pada anjuran pemerintah. Pendek kata, jadi tidak peduli.

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto memastikan sosok Hadi Pranoto yang ditampilkan Anji tidak ada dalam database keanggotaan. IDI juga mengingatkan ancaman pidana jika ternyata Anji menyebar kebohongan.

"Makanya kalau menyebarkan berita bohong itu harus ditindak," kata Pandu.



Simak Video "Tanggapan Hadi Pranoto soal Video Bareng Anji Dihapus YouTube"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)