Senin, 03 Agu 2020 16:24 WIB

Kemenristek Tegaskan Hadi Pranoto Bukan Bagian Tim Peneliti Herbal COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Seorang peniliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan pemekatan ekstrak saat uji Lab obat herbal untuk penyembuhan COVID-19 dan penghambatan pertumbuhan virus corona di Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (6/5/2020). Para peneliti dari LIPI berhasil mengembangkan ramuan tanaman herbal daun Ketepeng dan benalu bermarga dendroptoe sebagai obat penyembuhan COVID-19 dan penghambatan pertumbuhan virus corona, hingga saat ini penemuan tersebut masih dalam proses penelitian dan uji lab yang  tidak lama lagi akan dilakukan uji coba penggunaan. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc. Kemenristek/BRIN sebut Hadi Pranoto bukan anggota tim pengembangan herbal imunomodulator COVID-19. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta -

Nama Hadi Pranoto jadi sorotan karena mengklaim sebagai 'penemu' herbal serum antibodi COVID-19 yang bisa menyembuhkan pasien Corona. Hal ini ia ungkapkan dalam wawancara bersama musisi Anji di YouTube.

Hadi Pranoto menyebut ramuan herbalnya sudah dicoba dan berhasil menyembuhkan ribuan pasien Corona. Ia mengaku melakukan penelitian sejak tahun 2000 bersama timnya yang terdiri dari berbagai kalangan.

"Latar belakang kita berbeda-beda ya. Karena dari tim ini ada yang dari TNI, ada yang ahli mikrobiologi, jadi banyak ya. Jadi kita gabungkan, kita eksplor potensi alam yang ada di Indonesia," kata Hadi Pranoto dalam jumpa pers di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Senin (3/8/2020).

Menanggapi heboh klaim obat herbal tersebut, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menegaskan bahwa Hadi Pranoto tidak tergabung dalam konsorsium tim peneliti herbal imunomodulator COVID-19.

Selain itu Kemenristek/BRIN juga menegaskan tidak pernah memberikan dukungan uji klinis herbal "Bio Nuswa" yang diklaim Hadi Pranoto telah diberikan kepada pasien di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

"Kemenristek/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) menyatakan bahwa Hadi Pranoto tidak pernah menjadi salah satu anggota peneliti Konsorsium dalam tim pengembangan herbal imunomodulator yang dibentuk oleh Kemenristek/BRIN," tulis Kemenristek/BRIN dalam siaran pers yang diterima detikcom pada Senin (3/8/2020).

Masyarakat diimbau agar berhati-hati ketika menerima informasi terkait berbagai produk herbal yang belum terbukti kebenarannya.

"Setiap klaim yang disebutkan harus melewati kaidah penelitian yang benar dan melakukan uji klinis sesuai protokol yang disetujui oleh BPOM. Kemenristek/BRIN akan terus memantau dan menindaklanjuti berita/isu ini serta akan terus memperbaharui informasi sesuai data terkini terkait dengan riset dan inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19," lanjut Kemenristek/BRIN.

Dalam halaman resmi BPOM, Bio Nuswa sebetulnya sudah mendapat izin edar Nomor POM TR203636031 tertanggal 14 April 2020. Hanya saja dalam halaman tersebut dijelaskan Bio Nuswa merupakan obat tradisional.



Simak Video "BPOM Tak Beri Izin Edar Herbal 'Polosan' Milik Hadi Pranoto"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)