Selasa, 04 Agu 2020 10:26 WIB

Bukan Kantor, Klaster Permukiman Jadi Penularan Corona Tertinggi di DKI-Jatim

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah anak-anak melakukan kegiatan belajar di rumah di kawasan Gang Bebek, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (27/7). Menurut keterangan warga, saat ini anak-anak telah melakukan kegiatan belajar dirumah sejak pandemi COVID-19 mulai masuk ke Jakarta sejak bulan Maret. Klaster permukiman jadi sumber penularan Corona terbanyak di DKI-Jatim. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Tim Pakar Satuan Tugas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, mengungkapkan bahwa klaster permukiman jadi penyumbang kasus positif Corona terbanyak di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur.

"Kita mengambil klaster di DKI Jakarta, Jawa Timur juga sama bahwa klaster tertinggi yaitu klaster yang berasal dari permukiman atau lokal transmisi," kata Dewi dalam siaran Youtube BNPB, Senin (3/8/2020).

"Jadi artinya ada seseorang yang positif kemudian mungkin yang ia tulari adalah keluarga, keluarga sudah keburu belanja ke warung, dia ikut arisan, misalnya, akhirnya mengenai orang lain dalam satu wilayah yang sama," lanjutnya.

Selanjutnya, klaster pasar dan tempat pelelangan ikan menjadi sumber penularan virus Corona terbanyak kedua. Disusul dengan klaster fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di urutan ketiga.

"Di sana kan risikonya juga pasti tinggi yang datang adalah orang-orang yang mempunyai gejala dan sakit," ujarnya.

Lantas klaster perkantoran di urutan ke berapa?

Klaster perkantoran justru berada di posisi keempat dengan kasus penularan virus Corona terbanyak. Dewi menjelaskan, aktivitas yang sudah mulai normal menjadi salah satu penyebab tingginya angka pada klaster ini.

"Ketika masyarakat mulai kembali beraktivitas mau nggak mau sudah kita bertemu dengan banyak orang, lagi-lagi protokol kesehatan harus diterapkan," jelasnya.

Tak hanya itu, Dewi pun mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan apa pun aktivitas yang sedang dilakukan. Dari, beraktivitas di rumah ibadah hingga melakukan kegiatan sosial.

"Kalau misalnya kita ketemu banyak orang entah tahlilan, pengajian, pernikahan, lamaran dan segala macam ini harus hati-hati. Intinya harus tetap melaksanakan protokol kesehatan," pungkasnya.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)