Rabu, 05 Agu 2020 11:39 WIB

Heboh Ledakan Beirut, Ini Kemungkinan Dampak Shockwave Pada Tubuh

Firdaus Anwar - detikHealth
Dua ledakan besar mengguncang area pelabuhan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat. Selain menghancurkan jendela gedung, ledakan ini juga merusak sejumlah mobil. Ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Lebanon. (Foto: AP Photo/Hussein Malla)
Jakarta -

Ledakan hebat terjadi di kota Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8/2020) sore. Dahsyatnya ledakan menghasilkan gelombang kejut atau shockwave yang menghancurkan bangunan dan menurut keterangan bisa dirasakan sampai wilayah Siprus yang berjarak sekitar 200 kilometer.

"Kerusakan yang dihasilkan begitu luas dan parah di hampir seluruh kota," kata salah satu warga, Fady Roumieh, seperti dikutip dari Sky News, Rabu (5/8/2020).

Dikutip dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), gelombang kejut memang bisa jadi hal yang paling merusak dari suatu ledakan. Alasannya karena gelombang bisa membawa energi yang hebat dan mampu menembus benda padat.

Saat gelombang ini mengenai seseorang, maka energi yang menembus tubuh dapat menyebabkan kerusakan pada organ bagian dalam. Paru-paru disebut jadi salah satu organ yang rentan terhadap gelombang kejut ini.

"Gelombang dari ledakan bisa menyebabkan kerusakan lebih parah pada organ yang berisi udara," kata peneliti Michael R. Jorolemon dari Upstate Medical University.

"Bila tekanan yang dihasilkan gelombang melebihi 40 psi, maka korban dapat mengalami kontusio paru, pneumotoraks, emboli udara, gangguan paru interstisial, dan atau emfisema subkutis," lanjutnya seperti dari StatPearls Publishing.

Organ lain yang berisi cairan seperti otak, telinga, mata, dan saluran pencernaan juga berisiko mengalami cedera bila terkena gelombang kejut ledakan.



Simak Video "Dibantu UEA, WHO Kirim Bantuan ke Lebanon"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)