Rabu, 05 Agu 2020 10:37 WIB

Saksi Ledakan di Lebanon Tuli Sesaat, Gejala Tinnitus?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Lebanese man helps an injured man who was wounded by an explosion that hit the seaport, in Beirut Lebanon, Tuesday, Aug. 4, 2020. (AP Photo/Hussein Malla) Ledakan di Lebanon. (Foto: AP/Hussein Malla)
Jakarta -

Ledakan di Lebanon sontak memporak-porandakan sebagian besar wilayah di Kota Beirut. Dahsyatnya ledakan mengagetkan warga setempat. Bahkan ledakannya terdengar hingga ratusan kilometer dari pusat kejadian.

Seorang warga Lebanon bahkan menuturkan ia tuli sesaat usai mendengarkan ledakan dahsyat yang berasal dari Pelabuhan Beirut.

"Tiba-tiba saya tidak bisa mendengar lagi. Saya melihat sesuatu yang berkedip dan saya tidak bisa mendengar lagi," katanya dikutip dari AP News.

Saat terpapar suara yang sangat keras, seseorang bisa kehilangan pendengaran. Karena kerusakan akibat paparan bisingan biasanya bertahap, bisa jadi orang tersebut tidak menyadari atau mengabaikan tanda-tanda gangguan pendengaran.

Seiring waktu, suara mulai terdistorsi atau teredam dan akan terasa sulit untuk memahami orang lain ketika mereka berbicara. Suara yang keras, salah satunya akibat ledakan, dapat merusak sel-sel saraf sensitif di bagian dalam telinga.

Dikutip dari National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), paparan suara yang keras dapat menyebabkan tinitus atau dengungan yang jelas di telinga. Tinnitus dapat mereda dalam beberapa waktu, tetapi tidak sedikit juga yang akhirnya tuli permanen. Tinitus dapat terjadi pada satu atau kedua telinga.

Dilaporkan juga, tinitus adalah salah satu kondisi paling umum yang dikeluhkan para veteran yang kembali dari medan perang. Hal ini disebabkan karena mereka kerap terpapar suara yang sangat keras dalam waktu yang cukup sering.

Meski tinitus dapat mereda, beberapa orang mengalami kondisi yang memburuk sehingga merasa sulit mendengar, berkonsentrasi, bahkan tidur. Jika dengungan tidak hilang dalam waktu beberapa jam, disarankan segera hubungi dokter untuk berkonsultasi mengenai cara mengurangi kebisingan yang dialami.



Simak Video "Dibantu UEA, WHO Kirim Bantuan ke Lebanon"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)