Jumat, 07 Agu 2020 14:31 WIB

Heboh Virus 'Tick-Borne' di China, Begini Cara Penularan dan Gejalanya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
390650 03: A Close Up Of An Adult Female And Nymph Tick Is Shown June 15, 2001 On A Fingertip. Ticks Cause An Acute Inflammatory Disease Characterized By Skin Changes, Joint Inflammation, And Flu-Like Symptoms Called Lyme Disease.  (Photo By Getty Images) Ilustrasi kutu. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Virus 'tick-borne' atau penyakit yang ditularkan melalui gigitan kutu baru-baru ini kembali muncul di China. Sedikitnya sudah ada 60 orang yang dilaporkan terinfeksi dan 7 orang tewas.

Dikutip dari Firstpost, virus ini memiliki nama asli severe fever with thrombocytopenia syndrome (SFTS). SFTS bukanlah penyakit baru, karena virus ini telah ditemukan di China, Korea Selatan, dan Jepang sejak 2009.

Bagaimana cara penularan SFTS?

Umumnya virus ini ditularkan melalui gigitan kutu. Dalam sebuah studi tahun 2015, ada beberapa spesies kutu yang diduga sebagai pembawa virus SFTS, seperti H longicornis, R microplus, H campanulata dan D sinicus pada anjing, kucing, domba, dan sapi.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa virus SFTS dapat menular antarmanusia. Sebab, para peneliti mencurigai penyakit ini dapat ditularkan melalui darah dan lendir orang yang terinfeksi.

Bagaimana gejala SFTS?

Beberapa gejala yang dialami oleh pasien yang terinfeksi SFTS, di antaranya sebagai berikut:

- Demam tinggi
- Menggigil
- Kehilangan nafsu makan
- Perdarahan gusi
- Muntah
- Diare
- Nyeri otot
- Trombosit menurun
- Sel darah putih menurun



Simak Video "Fakta-fakta Virus Tick-Borne yang Gegerkan China"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)