Minggu, 09 Agu 2020 20:01 WIB

3 Mitos Tentang Tidur yang Masih Banyak Dipercaya

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Ilustrasi tidur Mitos soal tidur yang ganggu kesehatan tubuh. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Damir Khabirov)
Jakarta -

Tidur merupakan salah satu mekanisme tubuh yang berguna untuk mengembalikan energi serta memperbaiki metabolisme tubuh. Oleh sebab itu, tidur nyenyak merupakan kebutuhan bagi semua orang.

"Tidur memberikan manfaat bagi tubuh kita, yaitu mengembalikan energi, meningkatkan kewaspadaan, dan suasana hati," ucap Dr Merrill Mitler, ahli tidur dan saraf, dilansir dari Newshealth.

Aktivitas tidur memang terlihat sederhana tetapi banyak mitos yang masih dipercaya. Terkadang membuat Anda salah paham dan akhirnya memberikan efek buruk bagi tubuh.

Penasaran apa saja? Simak 3 mitos tentang tidur, dikutip dari Psychologytoday:

1. Membutuhkan 8 jam tidur

Masih banyak yang percaya tidur malam selama 8 jam membuat tubuh menjadi segar dan sehat. Jika kurang, maka tubuh akan mengalami beberapa masalah kesehatan.

Namun, kenyataannya tidak semua orang membutuhkan waktu tidur 8 jam. Setiap orang memiliki kebutuhan tidur berbeda-beda dan hal ini dapat dipengaruhi oleh genetik.

Meskipun hormon ritme sirkadian manusia berjalan selama 24 jam, tetapi jam biologis setiap individu memiliki waktu yang beda-beda. Pengaturan waktu sirkadian dapat mempengaruhi seberapa banyak waktu tidur yang dibutuhkan oleh tubuh.

Terlalu fokus memikirkan agar mencapai target 8 jam, hanya membuat stres. Sebaiknya Anda fokus pada kualitas tidur.

2. Membayar hutang tidur di akhir pekan

Saat kerjaan numpuk dan harus begadang, Anda berpikir bahwa akhir pekan dapat mengganti jam tidur yang hilang. Hal ini membuat terlalu menyepelekan kualitas tidur.

Faktanya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidur di akhir pekan tidak dapat menggantikan jam tidur yang hilang. Bahkan, terlalu banyak tidur di akhir pekan akan mengganggu jadwal tidur dan membuat Anda mengalami insomnia.

3. Susu hangat mempercepat rasa kantuk

Kandungan asam amino di dalam susu dipercaya dapat mengundang rasa kantuk. Namun, menurut peneliti University of Arkansas tidak ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan ini.

Faktanya, kandungan asam amino dalam susu ternyata kurang bisa untuk mengundang rasa kantuk. Jika memang setelah minum susu merasa kantuk itu karena perut Anda kenyang.



Simak Video "Ramuan Alami untuk Atasi Insomnia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)