Senin, 10 Agu 2020 12:40 WIB

100 Hari Tak Laporkan Kasus, Wabah Corona di Negara Ini Berakhir?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Aturan normal baru pasca Corona di Selandia Baru (Mark Barker/ AP Photo) Negara ini berhasil tangani wabah Corona? (Foto: Mark Barker/ AP Photo)
Jakarta -

Selandia Baru mencatat 100 hari tanpa kasus virus Corona COVID-19. Sebuah pencapaian yang disambut baik tetapi tetap membawa peringatan agar tidak berpuas diri.

Dikutip dari BBC, kasus terakhir penularan komunitas terdeteksi pada 1 Mei. Beberapa hari setelah Selandia Baru mulai melonggarkan pembatasan.

Jumlah total kasus aktif Corona di Selandia baru dilaporkan tetap pada 23 kasus. Semua kasus Corona tersebut tengah menjalani isolasi yang tetap dipantau.

Nasib Selandia Baru masih lebih baik daripada negara lain, di mana mencatat 1.219 kasus yang dikonfirmasi, dan 22 kematian sejak virus Corona mulai merebak pada akhir Februari. Dipuji secara internasional atas penanganan pandemi, pemerintah Selandia Baru telah mencabut hampir semua pembatasan atau lockdown, yang pertama kali diberlakukan pada bulan Maret.

Penguncian awal, pembatasan perbatasan yang ketat, pesan kesehatan yang efektif, dan program uji serta pelacakan agresif semuanya telah dilakukan demi menangani wabah Corona di negara itu. Tetapi para pejabat setempat telah memperingatkan agar tidak berpuas diri, dengan mengatakan gelombang kedua kasus Corona masih mungkin terjadi.

"Mencapai 100 hari tanpa penularan komunitas adalah tonggak penting. Namun, seperti yang kita semua tahu, kita tidak bisa berpuas diri," kata Direktur Jenderal Kesehatan, Dr Ashley Bloomfield, Minggu.

"Kami telah melihat di luar negeri betapa cepatnya virus dapat muncul kembali dan menyebar di tempat-tempat yang sebelumnya terkendali, dan kami perlu bersiap untuk segera membasmi setiap kasus yang akan datang di Selandia Baru," jelasnya.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, memberikan nada yang sama, mengungkapkan kegembiraan yang diliputi dengan hati-hati.

"Penanda (bebas 100 hari tanpa kasus baru Corona) 'tidak mengurangi risiko' dari lonjakan infeksi lainnya," kata Ardern.

"Seratus hari adalah tonggak penting untuk ditandai, tetapi, sekali lagi, kami tetap harus waspada," tambahnya.



Simak Video "Studi CDC: Makan di Restoran Picu Kasus COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)