Selasa, 11 Agu 2020 20:02 WIB

4 Negara Ini Sukses Tangani COVID-19, Apa Saja Strateginya?

Defara Milenia Romadhona - detikHealth
Warga Selandia Bau kini mulai bisa bernafas lega dan terbebas dari kebijakan Lockdown selama sebulan penuh. Kini mereka pun bebas beraktivitas. Empat negara yang dinilai berhasil tangani wabah Corona. (Foto: Getty Images/Fiona Goodall)
Jakarta -

Kasus virus Corona global pekan ini menyentuh angka 20 juta kasus. Beberapa negara bahkan tengah menghadapi gelombang baru virus Corona COVID-19.

Namun, setidaknya ada empat negara yang dinilai sukses menangani wabah Corona. Salah satunya Selandia Baru yang kemarin mencatat 100 hari tanpa kasus Corona.

Selain Selandia Baru, berikut negara-negara yang sukses menangani wabah Corona dan strategi yang mereka lakukan, dikutip dari News.com.

1. Selandia Baru

Selandia Baru mencatat 100 hari tanpa kasus virus Corona COVID-19. Sebuah pencapaian yang disambut baik tetapi tetap membawa peringatan agar tidak berpuas diri.

Dikutip dari BBC, kasus terakhir penularan komunitas terdeteksi pada 1 Mei. Beberapa hari setelah Selandia Baru mulai melonggarkan pembatasan ketat.

"Mencapai 100 hari tanpa penularan komunitas adalah tonggak penting. Namun, seperti yang kita semua tahu, kita tidak bisa berpuas diri," kata Direktur Jenderal Kesehatan, Dr Ashley Bloomfield, Minggu.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern tetap menerapkan protokol kesehatan demi mencegah gelombang baru Corona. Selandia Baru menerapkan melakukan deteksi atau tes massal kemudian isolasi kasus, karantina, kampanye kebersihan massal dan menyediakan fasilitas kebersihan di ruang publik, serta menutup ruang-ruang publik.

2. Taiwan

Taiwan mencatat kurang dari 500 kasus sejak wabah Corona merebak pertama kalinya, sementara kematian akibat Corona tercatat sebanyak 7 kasus. Sebelumnya, Taiwan berhasil melakukan contact tracing yang cukup agresif sambil menerapkan karantina dan mengisolasi masyarakat yang mengeluhkan gejala.

Negara ini diberi pujian karena dapat menekan kasus virus Corona COVID-19 meskipun penduduknya lebih padat dibanding Australia dan berada di dekat China.

3. Fiji

Fiji mengumumkan kematian pertamanya akibat COVID-19 pada 31 Juli lalu. Seorang pria yang dites positif Corona sepulang dari India. Pria tersebut melakukan perjalanan ke India untuk operasi.

Sebelumnya, Fiji telah menikmati masa bebas virus Corona empat minggu bebas virus, setelah 18 kasus Corona yang tercatat sebelumnya dinyatakan pulih.

Fiji dan negara-negara Kepulauan Pasifik lainnya pada awalnya dipandang sebagai negara yang paling rentan terhadap virus Corona. Sebab, fasilitas kesehatan yang kurang, sumber daya pun kurang, dan adanya masalah kesehatan yang cukup tinggi seperti diabetes dan penyakit jantung.

Namun, negara-negara di kawasan itu bertindak cepat dan membuat keputusan langsung menutup perbatasan, menutup perdagangan, pariwisata yang menggerakkan ekonomi mereka, untuk melindungi populasi mereka.

Menteri Kesehatan Fiji Ifereimi Waqainabete mengatakan tidak ada risiko penularan lokal Corona di negaranya. Mengingat, pria yang meninggal itu 'tidak berinteraksi' dengan masyarakat umum.

"Di banyak negara lain, berita kematian pertama akibat virus itu menandakan semakin intensifnya wabah," katanya.

"Ini tidak terjadi di Fiji. Virus itu tidak ada di komunitas Fiji, juga tidak ada risiko infeksi di antara masyarakat Fiji," jelas Menkes Fiji.

4. Mongolia

Sejak Januari, pemerintah Mongolia sudah memberlakukan berbagai tindakan atau protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan cuci tangan seta membatasi perjalanan internasional dan melarang pertemuan besar dari negara lain.

Kasus Corona di Mongolia berawal dari turis asal Prancis yang terbang melalui Moskow pada 2 Maret, yang dinyatakan positif COVID-19. Saat itu, Mongolia langsung melakukan pelacakan orang-orang yang sempat ditemui oleh turis tersebut.

Walaupun turis tersebut sempat menghindari perawatan intensif, untungnya sebanyak 181 orang yang berinteraksi dengan turis tersebut, dinyatakan negatif COVID-19.



Simak Video "Mari Lakukan Protokol Kesehatan untuk Membantu Sesama"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)