Kamis, 13 Agu 2020 12:58 WIB

Perjuangan Nakes Tangani Corona, Penuh Luka dan Genangan Keringat di APD

Ayunda Septiani - detikHealth
Nakes Banjir Keringat Genangan keringat setelah seharian pakai APD (Foto: Tangkapan layar: SS Viral)
Jakarta -

Tenaga medis menjadi garda terdepan menghadapi wabah virus Corona COVID-19. Mereka tampaknya tak hanya berjuang melawan penyakit, tapi mereka juga ada yang diskriminasi dan ketidakadilan di tengah masyarakat.

Cerita-cerita tenaga kesehatan pun banyak yang menyentuh warganet dan memberikan pujian kepada staf medis yang berjuang di garda terdepan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa cerita tenaga kesehatan yang berjuang di tengah pandemi virus Corona COVID-19.

1. Banjir keringat saat copot APD

Baru-baru ini viral video tenaga kesehatan yang merawat pasien Corona di China yang memperlihatkan dirinya membuka APD setelah selesai bertugas. Video tersebut menunjukkan keringat yang keluar dari dalam APD tenaga medis wanita menciptakan genangan di lantai.

Dikutip dari Daily Mail, petugas kesehatan wanita itu dipuji oleh warganet sebagai pahlawan karena tanpa lelah sudah berjuang untuk melawan wabah virus Corona COVID-19 selama musim panas berlangsung.

Video yang diambil pada Sabtu (8/8/2020) diambil ketika petugas kesehatan wanita tersebut sedang istirahat selama shiftnya di Urumqi, ibu kota Xinjiang di barat laut China.

Saat ini, suhu rata-rata di Urumqi pada tanggal 8 Agustus lalu dikatakan sekitar 29 derajat Celcius. Video tersebut pun dengan cepat tersebar ke seluruh platform media sosial di Tiongkok karena menunjukkan kerja keras dan pengabdian staf medis saat berjuang di garis depan untuk melawan virus Corona COVID-19.

In this Sunday, Feb. 16, 2020, photo, scar marks made from wearing protective mask leaves on a face of a nurse at Jinyintan Hospital designated for new coronavirus infected patients, in Wuhan in central China's Hubei province. China reported thousands new virus cases and more deaths in its update Tuesday, Feb. 18 on a disease outbreak that has caused milder illness in most people, an assessment that promoted guarded optimism from global health authorities. (Chinatopix via AP)Wajah perawat di China penuh luka setelah seharian pakai masker. Foto: Chinatopix via AP

2. Diusir dari kos

Pada Maret 2020, viral kisah tenaga kesehatan harus tinggal di RS Persahabatan karena diusir dari kosannya. Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah.

Harif mengatakan pihak manajemen rumah sakit sedang berusaha mencarikan tempat tinggal untuk perawat yang jadi korban stigma tersebut.

"Kami mendapat laporan dari perawat itu bahwa ada teman-temannya tidak kos lagi di sana, di tempat kosnya. Karena setelah diketahui rumah sakit tempat bekerjanya tempat rujukan pasien COVID-19. Mereka sekarang, saya sudah tanya mereka, tinggalnya di rumah sakit dulu," kata Harif pada detikcom.

3. Tidur di lantai rumah sakit

Dilansir World of Buzz dari Oriental Daily, beredar foto di Weibo, media sosial di China, yang menunjukkan para staf medis di rumah sakit tidur di lantai dan di bangku dengan waktu istirahat terbatas yang mereka miliki.

"Mereka berjuang keras untuk kita, mereka memerangi virus. Salut!" tulis portal berita lokal CCTV China.

Banyak netizen yang tersentuh dan bersyukur bahwa setiap dokter berusaha sekuat tenaga menanggulangi virus tersebut. Beberapa juga berkomentar saat ini situasi staf medis sedang sulit sehingga mereka harus mendapat perhatian khusus.

Selanjutnya
Halaman
1 2