Kamis, 13 Agu 2020 17:53 WIB

Studi Ungkap Tes Darah Bisa Prediksi Risiko Keparahan Infeksi Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi cek darah Tes darah bisa prediksi tingkat keparaha COVID-19. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa tes darah yang dilakukan pada pasien Corona bisa membantu memprediksi kemungkinan terjadinya perburukan dan kematian. Hal ini bisa bermanfaat dalam membantu dokter mencegah gejala infeksi semakin parah.

Para peneliti di Universitas George Washington mengatakan tes darah bisa mengidentifikasi lima respons atau tanda biologis (biomarker) yang berhubungan dengan kondisi pasien Corona, yaitu CRP, D-dimer, IL-6, LDH, dan ferritin.

"Studi ini telah mengidentifikasi lima respon biologis yang memiliki hubungan dengan kondisi buruk pasien Corona," kata penulis studi, Drs Juan Reyes dan Shant Ayanian dikutip dari New York Post, Kamis (13/8/2020).

Para peneliti mengatakan, temuan respon biologis yang terkait dengan kondisi pasien penyakit mematikan tersebut pertama kali ditemukan di China. Mereka mulai mempelajari sampel darah dari 299 orang yang positif COVID-19.

Berdasarkan laporan tersebut, tingkat respon biologis dalam darah yang lebih tinggi dikaitkan dengan gangguan pendarahan dan peradangan. Dampaknya pasien lebih berisiko untuk masuk ICU, diberikan ventilator, sampai meninggal dunia.

"Kami berharap respons biologis ini bisa membantu para dokter menentukan seberapa agresif mereka perlu merawat pasien. Apakah pasien harus dipulangkan, bagaimana pasien harus dirawat, hingga keputusan klinis lainnya," jelas Ayanian, asisten profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington.

Sejauh ini, para dokter mengukur tingkat risiko keparahan perkembangan penyakit COVID-19 berdasarkan usia dan penyakit komorbid lainnya. Misalnya, seperti obesitas, penyakit jantung, dan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.



Simak Video "Dugaan Kasus Reinfeksi Covid-19 Pertama di Korsel"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)