Minggu, 16 Agu 2020 10:06 WIB

Sering Ngantuk di Siang Hari? Bisa Jadi Kamu Mengidap Hipersomnia

Elsa Himawan - detikHealth
Tired businessman is sleeping on the sofa at the office. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Hipersomnia adalah gangguan tidur yang membuat pengidapnya merasa ngantuk berlebih di siang hari. Hal ini dapat terjadi bahkan bila orang tersebut sebetulnya sudah mendapat waktu tidur yang cukup lama di malam harinya..

Terdapat dua macam hipersomnia, yaitu primer dan sekunder. Hipersomnia primer disebabkan oleh masalah pada sistem otak yang mengontrol fungsi tidur dan bangun. Sedangkan hipersomnia sekunder menyebabkan seseorang sering merasa lelah, sehingga mempengaruhi penurunan konsentrasi dan tingkat energi.

Namun, tidak semua peristiwa ngantuk di siang hari bisa kamu sebut hipersomnia. Pada umumnya, orang yang mengalami hipersomnia adalah mereka yang memiliki sleep apnea, penyakit jantung, penyakit ginjal, depresi, dan fungsi tiroid yang rendah.

Studi dari The American Sleep Association menyatakan bahwa kondisi hipersomnia lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Orang yang sering merokok dan minum alkohol juga berisiko mengalami hipersomnia.

Dikutip dari healthline, gajala hipersomnia meliputi, energi yang rendah, perasaan mudah marah, gelisah, berpikir dan berbicara lebih lambat, kehilangan selera makan, dan memori otak yang sulit mengingat.

Hipersomnia bisa diatasi dengan cara berobat ke dokter. Hal ini dikarenakan setiap pasien hipersomnia memiliki penyebab yang beragam, sehingga perlu penanganan yang berbeda-beda.

Biasanya, dokter merekomendasikan jadwal tidur yang teratur, menganjurkan untuk menghindari kebiasaan buruk, seperti merokok dan minum-minuman beralkohol. Dokter juga menganjurkan diet tinggi nutrisi untuk meningkatkan energi dan memberikan resep obat khusus hipersomnia, seperti amfetamin, methylphenidate, dan modafinil.



Simak Video "Hoaaaaaaam... Kenapa Nguap Menular?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)