Selasa, 18 Agu 2020 13:20 WIB

Kata Relawan Vaksin COVID-19 di Bandung Soal Keluhan dan Efek Samping

Yudha Maulana - detikHealth
Penampakan vaksin Corona Sinovac Vaksin Corona Sinovac (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Uji klinis vaksin COVID-19 tengah berlangsung sejak tanggal 11 Agustus 2020 lalu di Kota Bandung. Ratusan orang dari 1.620 orang relawan tersebut telah mendapatkan vaksin buatan Sinovac dari China tersebut secara bertahap.

Salah seorang relawan vaksin Karyana Ardi Sumirat (23) mengungkapkan apa yang dirasakannya pascavaksinasi tersebut. Sejauh ini, ucap Ardi, tak ada keluhan atau efek samping yang berarti setelah diberi vaksin tersebut.

"Efeknya enggak kerasa. Kalau misalnya efeknya memang reaktif, ada gejala misal demam itu karena memang karena daya tahan tubuhnya kurang fit. Bagi saya sampai hari ini tidak ada keluhan apapun," ucap Ardi saat dihubungi detikcom, Selasa (18/8/2020).

"Memang kita juga dipantau dan diberi kartu catatan, andaikata ada pembengkakan atau keluhan apapun. Nanti dicatat di sana, sejauh ini belum ada keluhan alhamdulillah," kata pria yang berdomisili di Soreang tersebut melanjutkan.

Alih-alih merasa sakit, Ardi juga merasa pikirannya lebih tenang setelah menerima vaksinasi. Setelah disuntik berbarengan dengan sang kakak pada 11 Agustus kemarin di RSP Unpad, ia merasa lebih terlindungi dari ancaman COVID-19.

Kendati begitu, ia menegaskan akan tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi ini, walau sudah mendapatkan suntikan vaksin. "Rasanya lebih plong saja, lebih enjoy dan tenang. Kalau soal nafsu makan ya standar saja, hawa-hawanya enggak dari vaksin kalau soal yang itu," ucapnya.

Rencananya, ia akan melanjutkan pemeriksaan dan penyuntikan tahap dua pada 25 Agustus mendatang. Ia berharap dengan menjadi relawan, bisa berpartisipasi dalam penanggulangan wabah.

"Harapannya semoga vaksin ini memang benar-benar obat untuk masalah kita yakni COVID-19 ini. Setelah ada vaksin semoga kita terbebas, semoga masyarakat Indonesia dan khususnya di Kota Bandung jadi lebih menjaga kebersihan lingkungan juga," katanya.

Seperti diketahui, uji klinis vaksin ini ditargetkan rampung pada awal tahun 2021. Bila berhasil, kandidat vaksin yang tengah melalui uji klinis fase tiga ini akan diproduksi massal oleh PT Biofarma yang akan memiliki kapasitas produksi hingga 250 juta dosis vaksin pertahun.



Simak Video "Di Balik Keputusan Brasil Tangguhkan Uji Vaksin Sinovac China"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/up)