Selasa, 18 Agu 2020 13:45 WIB

4 Fakta Mutasi Corona D614G di Malaysia yang 10 Kali Lebih Menular

Ayunda Septiani - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Fakta mutasi Corona D614G. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Topik Hangat Mutasi Corona D614G
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Malaysia pada Minggu (16/8/2020) menemukan varian mutasi virus corona SARS-CoV-2 yang membuat COVID-19 lebih mudah menular dari varian sebelumnya. Varian mutasi virus ini bernama D614G.

Mutasi D614G pertama kali terdeteksi pada Februari lalu di Eropa dan sejak itu menjadi varian dominan SARS-CoV-2, yang ditemukan pada sampel usap atau tes swab di seluruh dunia.

Menurut beberapa penelitian, mutasi dianggap memberi virus semacam keunggulan biologis yang memungkinkan penyebaran globalnya.

Dikutip dari laman Times Of India, berikut beberapa fakta tentang mutasi Corona D614G.

1. Apa itu D614G?

SARS-CoV-2 memang telah mengalami beberapa mutasi sejak pandemi muncul pada Desember 2019. Namun, sejauh ini hanya mutasi D614G yang berhasil diidentifikasi sebagai kemungkinan mengubah perilaku virus SARS-CoV-2.

D614G terletak di dalam protein yang menyusun spike virus yang digunakannya untuk masuk ke dalam sel manusia. Mutasi ini mengubah asam amino pada posisi 614, dari D (asam aspartat) menjadi G (glisin), sehingga dinamakan D-614-G.

Mutasi ini diduga muncul beberapa saat setelah wabah awal Wuhan. Sesuai laporan BCC pada bulan Juli, strain ini terlihat pada sebanyak 97 persen sampel di seluruh dunia.

2. Bagaimana D614G menjadi dominan?

Ahli biologi komputasi & ahli genetik, Bette Korber menjelaskan kenapa D614G bisa menjadi mutasi yang dominan di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa mutasi dari varian D614G memiliki penyebaran yang lebih tinggi dibandingkan virus aslinya.

Korber menjelaskan varian D614G begitu dominan, hingga kini menjadi pandemi. Varian ini sudah berlangsung selama beberapa waktu, bahkan mungkin sejak awal epidemi di tempat-tempat seperti Inggris Raya dan pantai timur AS.

3. D614G meningkatkan penularan Corona?

Berdasarkan penelitian dari Scripps Research Institute, Florida, Amerika Serikat (AS) mutasi ini 10 kali menular dibandingkan dengan virus Corona sebelumnya.

SARS-CoV-2 telah mengalami beberapa mutasi sejak pandemi muncul pada Desember 2019 lalu. Namun, sejauh ini hanya mutasi D614G yang berhasil diidentifikasi sebagai kemungkinan mengubah perilaku virus SARS-CoV-2.

Dua studi yang dipublish di Cell, oleh Korber dan studi kedua oleh WHO Collaborating Center di China juga memberikan hasil yang serupa bahwa varian D164G 10 kali lipat lebih menular daripada strain Wuhan-1 yang asli.

Selain itu, asisten profesor epidemiologi penyakit mikroba di Yale School of Public Health, Nathan Grubaugh, mengatakan bahwa penelitian mengungkap D614G menular 10 kali lebih cepat, tetapi tidak membuktikan peningkatan penularan virus.

4. Mutasi D614G mempengaruhi penelitian vaksin?

Berbagai spekulasi kemudian muncul bahwa ahli perlu mengembangkan vaksin terpisah untuk varian virus yang berbeda. Akan tetapi, sebagian besar vaksin yang dikembangkan didasarkan pada wilayah spike yang berbeda, sehingga hal ini tidak berdampak pada perkembangannya.

Meskipun mutasi D614G terjadi pada protein spike virus, mutasi ini tidak mengubah domain pengikat reseptor (RBD) di ujung protein spike RBD mengikat reseptor ACE2 pada sel manusia. Jadi, mutasi D614G mengubah protein spike, tetapi tak mengubah bagian RBD yang kritis untuk pengembangan vaksin.



Simak Video "Disebut 10x Lebih Menular, Mutasi Corona D614G Ditemukan di 5 Kota RI"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Mutasi Corona D614G
dMentor
×
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses Selengkapnya