Rabu, 19 Agu 2020 18:49 WIB

Anak Muda Bandung Kembangkan Alat Pemusnah Corona Berbasis Ultraviolet

Yudha Maulana - detikHealth
Alat disinfeksi virus dan kuman yang dikembangkan pemuda di Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikHealth)
Bandung -

Penyebaran virus Corona di Indonesia terbilang cukup tinggi, hingga Rabu (19/8/2020), Satgas Penanganan COVID-19 Nasional mencatat 144.945 kasus positif COVID-19 terjadi di Tanah Air. Artinya, penularan virus bisa terjadi di mana saja.

Menangkap permasalahan tersebut, sekelompok anak muda dari Bandung terdorong untuk membuat produk yang bisa mencegah penularan COVID-19. Produk tersebut dinamai UJIN UVC Sterilizer. Dengan mengadopsi penggunaan sinar ultraviolet (UV), alat ini berfungsi untuk mengenyahkan bakteri atau virus yang berbahaya bagi kesehatan.

"UJIN itu singkatan dari Ungkapan Jiwa Indonesia, ini cita-cita kami untuk memberikan solusi di tengah pandemi ini dengan cara yang Indonesia banget," ujar Founder UJIN Angelia Lukman di Jalan Cisangkuy, Kota Bandung, Rabu (19/8/2020).

Cara pakai UJIN UVC Sterilizer ini cukup mudah, pengguna tinggal memasukkan barang seperti jaket, tas, pakaian, sepatu, helm atau barang lainnya ke dalam kotak atau lemari yang dilengkapi sinar Ultra Violet-C (UVC). Setelah itu sinar UVC akan mulai bekerja secara otomatis.

Alat disinfeksi virus dan kuman yang dikembangkan pemuda di Bandung.Alat disinfeksi virus dan kuman yang dikembangkan pemuda di Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikHealth)

Ia pun melakukan demonstrasi dengan memasukkan buah pisang yang telah dilapisi selotip setengah bagiannya ke dalam alat tersebut untuk menguji intensitas UVC. Setelah 45 menit, terlihat pisang yang tak terlapisi selotip berwana lebih gelap.

"Memang paparan sinar UVC ini berbahaya bila langsung kena mata atau kulit, makanya alat ini hanya bekerja saat boks ditutup. Kita juga pakai kaca akrilirik, karena UVC tidak bisa menembus plastik, kaca, jadi ini aman," ujarnya.

"Tidak beracun juga untuk makanan, dan aman untuk perangkat elektronik," imbuhnya.

Angelia dan founder UJIN lainnya, Prisli Sunardi, terinspirasi membuat UJIN setelah melihat berita tentang merebaknya virus Corona. Ketika awal kemunculannya, alat pelindung diri (APD) pun terbatas ketersediaannya.

"Saya melihat ada tayangan di televisi Amerika, pada masa Corona masker N95 dan hazmat sangat terbatas. Tapi kemudian saya melihat APD itu dimasukkan ke dalam mesin kontainer, itu lampunya pakai UVC, kenapa enggak kita bikin?," tuturnya.

Pengembangan produk ini pun dilakukan pada minggu pertama April. Kapasitas isi UJIN UVC Sterilizer ini pun tersedia dari ukuran kecil hingga besar atau seukuran lemari pakaian. Alat ini dijual mulai dari harga Rp 980 ribu.

"Kami sudah lakukan ujicoba di LIPI, uji mikrobiologi untuk mengetahui secara persis bakteri yang terbunuh dan berapa lama yang diperlukan. Untuk COVID-19 cukup satu menit mati," katanya.

Dokter spesialis jantung, dr Widi Nugraha Hadian, mengatakan UVC merupakan salah satu alternatif untuk mendisinfeksi kuman dengan cara modern. "Gunting operasi juga tidak digunakan sekali, tapi digunakan ulang. Sterilisasi menggunakan UVC bisa digunakan, dan dari jurnal medis UVC memang efektif untuk melakukan disinfeksi," ujar Widi.

Alat ini telah digunakan di sejumlah kafe, perkantoran, butik, hingga rumah sakit rujukan COVID-19 untuk menyeterilkan APD.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/fds)