Sabtu, 22 Agu 2020 04:33 WIB

Kedutan Mata Kiri Atas, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Menghentikannya?

Tim detikcom - detikHealth
kedutan mata kiri atas Foto: Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan/Kedutan Mata Kiri Atas, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Menghentikannya?
Jakarta -

Kedutan kelopak mata, atau myokymia, adalah kejang otot kelopak mata yang berulang dan tidak disengaja. Kedutan biasanya terjadi di kelopak mata kiri atas atau kanan bawah.

Biasanya, kedutan mata kiri atas seperti tarikan lembut pada kelopak mata. Namun ada juga yang mengalami kedutan cukup kuat sehingga memaksa kelopak mata tertutup. Hal tersebut disebut blepharospasm.

Kedutan biasanya terjadi setiap beberapa detik selama satu atau dua menit. terkadang jangka waktunya tidak dapat diprediksi. Kedutan bahkan dapat terjadi terus menerus selama beberapa hari. Lalu Anda mungkin tidak akan mengalami kedutan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Kedutan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya. Namun kedutan membuat Anda tidak nyaman. Kebanyakan kedutan akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan.

Namun kedutan mata kiri atas dapat menjadi pertanda adanya gangguan kronis. Lalu apa penyebab kedutan mata kiri atas?

Dilansir webmd, penyebab kedutan mata kiri atas yakni:

1. iritasi mata
2. ketegangan kelopak mata
3. kelelahan
4. kurang tidur
5. Terlalu banyak minum alkohol, mengonsumsi tembakau atau kafein

Dikutip dari sumber yang sama, kedutan mata kiri atas dapat menyebabkan antara lain:

a. penglihatan kabur
b. peningkatan kepekaan terhadap cahaya
c. kejang wajah


Untuk meredakan kedutan mata kiri atas, Anda mungkin ingin mencoba cara berikut, seperti dikutip dari sumber yang sama:

-Minumlah lebih sedikit kafein.
-Tidur yang cukup.
-Jaga agar permukaan mata Anda tetap basah.
-Kompres air hangat ke mata Anda saat kedutan dimulai.

Anda harus menemui dokter jika kedutan mata kiri atas tersebut berlangsung selama lebih dari 1 minggu, kelopak mata Anda menutup sepenuhnya, dan melibatkan otot wajah lainnya. Selain itu, mata Anda kemerahan, bengkak, atau keluar cairan dari mata. Jika dokter Anda mencurigai adanya masalah otak atau saraf, dia akan memeriksa tanda-tanda umum lainnya. Dia mungkin merujuk Anda ke ahli saraf.



Simak Video "Game Viral Among Us dan Diagnosa Impostor Syndrome"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/erd)