ADVERTISEMENT

Minggu, 23 Agu 2020 14:58 WIB

Terpopuler Sepekan: Relawan Vaksin Corona di Bandung Bicara Efek Samping

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Penampakan vaksin Corona Sinovac Vaksin Corona Sinovac menjalani uji klinis fase 3 di Bandung (Foto: Yudha Maulana)
Jakarta -

Karyana Ardi Sumirat (23), salah seorang relawan vaksin COVID-19 Sinovac membagikan pengalamannya selama mengikuti uji klinis fase 3 di Bandung. Ardi merupakan salah satu dari 1.620 relawan yang dipilih untuk diberikan vaksin tersebut.

Apa ada efek samping yang dirasakan?

Menurut Ardi, sejauh ini hingga hari Selasa (18/8/2020) ia belum merasakan adanya efek samping atau keluhan setelah diberikan vaksin. Diketahui, uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung telah dimulai sejak 11 Agustus 2020.

"Efeknya nggak kerasa. Kalau misalnya efeknya memang reaktif, ada gejala misal demam itu karena memang karena daya tahan tubuhnya kurang fit. Bagi saya sampai hari ini tidak ada keluhan apa pun," ucap Ardi saat dihubungi detikcom, Selasa (18/8/2020).

"Memang kita juga dipantau dan diberi kartu catatan, andaikata ada pembengkakan atau keluhan apa pun. Nanti dicatat di sana, sejauh ini belum ada keluhan alhamdulillah," tambahnya.

Apa sensasi yang dirasakan usai vaksinasi?

Ardi mengatakan, setelah diberikan vaksin ia justru merasa pikirannya jauh lebih tenang dan aman dari ancaman infeksi COVID-19. "Rasanya lebih plong saja, lebih enjoy dan tenang. Kalau soal nafsu makan ya standar saja, hawa-hawanya enggak dari vaksin kalau soal yang itu," ucapnya.

Meski begitu, ia menegaskan akan tetap mematuhi protokol kesehatan walaupun sudah divaksinasi. Ardi pun menjelaskan bahwa ia akan melanjutkan pemeriksaan dan penyuntikan tahap dua pada 25 Agustus mendatang.

Kapan vaksin Sinovac ini bisa diproduksi?

Menurut keterangan Bio Farma, uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung akan berlangsung selama 6 bulan dan direncanakan selesai pada Januari 2021. Bio Farma pun menargetkan vaksin ini segera bisa diproduksi pada kuartal pertama 2021.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT