Senin, 24 Agu 2020 21:41 WIB

Bakal Disuntik Vaksin COVID-19 Pekan ini, Begini Persiapan Ridwan Kamil

Yudha Maulana - detikHealth
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) didampingi Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum (kanan) dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi (kiri) menyampaikan arahan saat rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 di Makodam III Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Senin (22/6/2020). Rapat tersebut membahas evaluasi dan perkembangan penanganan dalam memutus rantai penularan COVID-19 di Jawa Barat. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj. Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dijadwalkan akan menerima kandidat vaksin COVID-19 pekan ini. Ia pun mulai mempersiapkan fisik agar kondisi badannya tetap prima.

Dijadwalkan pria yang akrab disapa Kang Emil itu akan melaksanakan pemeriksaan fisik dan swab test pada Selasa (24/8/2020). Bila hasilnya negatif, tiga hari setelah pemeriksaan ia akan mendapatkan suntikan pertama atau V1 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung.

"Seminggu terakhir mencoba memaksimalkan kebugaran. Olahraga, makan juga diatur tidak asal-asalan, batin ibadah juga ditingkatkan sambil baca-baca tentang informasi kalau ada apa-apa. Tapi intinya optimis, yang rada was-was ibu Cinta, wajar karena belum pernah jadi (relawan vaksin), ada sekian persen rasa was-was yang masuk akal," ujar Kang Emil, Senin (24/8).

Untuk mengatasi rasa was-was itu, ia pun berkonsultasi dengan Profesor Kusnandi Rusmil yang menjadi Ketua Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Unpad selama dua jam. Ia mengaku, rasa cemas itu pun luruh.

"Sehingga sekarang tidak was-was tapi lebih pada persiapan fisik supaya pas dilakukan kondisinya prima. Jadi besok pagi mengawali pagi saya olahraga dulu, tidur banyak juga," ujarnya.

Menurutnya muncul berbagai spekulasi yang menyatakan bahwa wabah merupakan suatu kebohongan, begitu pun dengan vaksin yang diisukan menjadikan rakyat sebagai kelinci percobaan. Oleh karena itu, ia akan berusaha mengambil resiko untuk meyakinkan masyarakat.

"Justru dengan begini agak reda, saya menjadi saksi kalau berhasil, kalau gagal seperti apa. Maka yang memberi testimoni Ketua Gugus Tugas langsung yang bisa memahami per-covid-an dari A sampai Z, termasuk vaksin karena secara pribadi terlibat," ucapnya.

"Dan ini bagian dari bela negara, kalau ada perang tiba-tiba ada keputusan harus eksperimen semua orang harus bersemangat supaya menang perang, karena ini ngetes alat senjata untuk melawan musuh, kalau enggak dites gimana, kita akan hidup di dalam ketidakpastian, harus disyukuri ternyata Indonesia bisa memproduksi sendiri," imbuhnya.

Selain itu, sambung Kang Emil, kalau pun uji klinis berhasil, proses pembuatan vaksin pun bisa tetap dipantau di Jawa Barat, tepatnya di Biofarma.



Simak Video "Di Balik Keputusan Brasil Tangguhkan Uji Vaksin Sinovac China"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/up)